Mentan Amran Terapkan Strategi Pertanian untuk Entaskan Kemiskinan di Alor

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengandalkan penguatan sektor pertanian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, melalui strategi terpadu dan pengawalan ketat penyaluran bantuan pemerintah pada 18 Agustus 2026.

Pemerintah menyiapkan tiga tahap strategi pembangunan pertanian, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan jangka pendek, pengembangan jagung sebagai sumber pendapatan jangka menengah, hingga pengembangan komoditas perkebunan jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan jambu mete.

Untuk tahap awal, pemerintah fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan dan peningkatan produksi padi dengan dukungan benih, alat dan mesin pertanian, pompa air, serta pengembangan lahan hingga 3.000 hektare. Kabupaten Alor juga menerima bantuan pangan reguler sebanyak 1.120,14 ton senilai Rp15,68 miliar untuk periode Juli hingga September 2026, bagian dari total bantuan pangan Provinsi NTT sebesar Rp360,91 miliar.

"Tujuan utamanya pengatasan kemiskinan juga. Justru kemiskinan target kita," ujar Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan bersama Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor Jabodetabek di Jakarta, Selasa.

Strategi jangka menengah diarahkan pada pengembangan jagung seluas 3.000 hektare yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru dengan meningkatkan produktivitas lahan serta membuka sumber pendapatan baru bagi petani Alor.

"Jadi kita bangun dari yang jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Yang penting masyarakat punya pendapatan dan kemiskinan bisa kita tekan," tambah Amran.

Untuk jangka panjang, fokus pengembangan adalah komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, dan jambu mete yang sesuai karakteristik wilayah dan berpotensi menjadi sumber pendapatan berkelanjutan masyarakat Alor.

Amran juga menegaskan pentingnya pengawalan ketat seluruh bantuan pemerintah agar bantuan sampai ke penerima yang tepat, dimanfaatkan sesuai peruntukan, dirawat, dan memberikan hasil nyata.

"Kami harus membantu Pak Menteri untuk bersama-sama menjaga bantuan dan merawat bibit yang diserahkan. Kemudian kami kawal sampai kepada lokasi atau pertanian yang menjadi target daripada proyek itu," ujar Syahrir Ika, Ketua Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Alor di Jabodetabek.

Syahrir menambahkan pengawalan akan dilakukan hingga bantuan benar-benar dimanfaatkan dan menghasilkan. "Kami harus memastikan bahwa bantuan itu tidak boleh menyimpang sehingga target pemerintah itu bisa berhasil," ujarnya.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alor Sejahtera Jabodetabek, Gery Bantara, menyatakan optimisme terhadap langkah pemerintah dan dukungan Mentan yang turun langsung ke lapangan. "Kami sangat optimis dalam jangka waktu satu sampai lima tahun Alor akan keluar dari garis kemiskinan," ujar Gery.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat kemiskinan Kabupaten Alor pada 2024 masih sebesar 19,87% dengan jumlah penduduk miskin sekitar 41,89 ribu orang, meskipun terjadi penurunan kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed