Olahraga Rutin Tingkatkan Suasana Hati dan Kualitas Tidur

Smallest Font
Largest Font

Olahraga rutin terbukti dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur secara signifikan, berdasarkan dua penelitian terbaru yang dipublikasikan sepanjang tahun 2026.

Penelitian pertama yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine pada Juli 2026 melibatkan 349 orang dewasa muda dan menemukan bahwa mereka yang berolahraga lebih sering dengan intensitas tinggi melaporkan gejala depresi yang lebih rendah.

Jenis olahraga tidak menjadi faktor penentu; berlari, bersepeda, angkat beban, maupun olahraga beregu memiliki efek yang serupa terhadap penurunan gejala depresi.

Peserta yang telah konsisten berolahraga selama tiga hingga lima tahun menunjukkan skor depresi lebih rendah dibandingkan yang baru berolahraga kurang dari satu tahun, menurut bekasipedia.com.

Penelitian kedua dari Medicine & Science in Sports & Exercise pada September 2026 menganalisis data 702.007 orang dewasa di Jepang yang melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan selama dua tahun berturut-turut.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang mulai rutin berolahraga melaporkan peningkatan kualitas tidur pada tahun berikutnya, dan manfaat ini berkurang jika kebiasaan olahraga dihentikan.

Namun, penurunan gejala depresi yang terjadi tidak sepenuhnya dikarenakan perbaikan kualitas tidur, melainkan kemungkinan ada mekanisme lain yang berkontribusi, kata Blake Griffin Edwards, terapis perkawinan dan keluarga berlisensi di Washington, Amerika Serikat.

"Olahraga dapat membantu suasana hati dan tidur melalui mekanisme yang berbeda," ujar Blake Griffin Edwards.

Zaenal Muttaqien Sofro, pakar fisiologi dan olahraga dari Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa olahraga yang dilakukan dengan durasi 30–40 menit dan intensitas yang sesuai dapat membantu tubuh beradaptasi terhadap stres.

"Olahraga sebaiknya dipahami sebagai aktivitas yang terukur, bukan sekadar memaksakan tubuh bergerak sebanyak mungkin," ujar Zaenal Muttaqien Sofro.

Zaenal juga memperingatkan risiko overtraining yang dapat mengganggu kualitas tidur dan kondisi fisik, sementara berolahraga bersama orang lain memberikan nilai tambah melalui interaksi sosial positif.

Meta-analisis dalam jurnal Psychosomatic Medicine (2024) yang melibatkan 4.671 peserta menyebutkan bahwa satu sesi olahraga saja sudah dapat memperbaiki suasana hati dan menurunkan kecemasan dalam waktu 30 menit setelah beraktivitas.

Dr. Stephen Mateka, dokter spesialis psikiatri di Inspira Health, menambahkan bahwa olahraga berkaitan dengan peningkatan fungsi neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan endorfin yang memengaruhi suasana hati.

"Olahraga dapat membantu meningkatkan fungsi neurotransmiter," ujar Dr. Stephen Mateka.

Meski bermanfaat, olahraga tidak menggantikan terapi medis untuk depresi klinis berat, melainkan sebagai pelengkap, demikian menurut para pakar.

Dalam konteks menghadapi duka, olahraga juga dapat membantu mengelola emosi dan memberikan rasa kendali atas tubuh, kata Mary-Frances O'Connor, pakar duka dan penulis buku The Grieving Body.

"Banyak hal dalam proses berduka sebenarnya bukan tentang pemrosesan secara verbal," ujar Mary-Frances O'Connor.

Kegiatan olahraga bersama yang dipraktikkan oleh komunitas seperti Grief, Sweat & Tears di New York membantu orang yang berduka berolahraga sambil berbagi pengalaman kehilangan, menurut lifestyle.kompas.com.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed