OpenAI Peluncuran Fitur Health in ChatGPT Secara Luas

Smallest Font
Largest Font

OpenAI resmi meluncurkan fitur Health in ChatGPT secara luas untuk pengguna di Amerika Serikat pada Kamis, 24 Juli 2026. Fitur ini memungkinkan pengguna menghubungkan chatbot kecerdasan buatan dengan rekam medis elektronik serta aplikasi kesehatan mandiri guna memberikan informasi yang lebih terpersonalisasi.

Integrasi ini mencakup data dari Apple Health serta sistem rekam medis elektronik rumah sakit yang terhubung dengan Epic, Oracle Health, One Medical, dan Function Health. Layanan ini dapat diakses secara gratis maupun berbayar pada platform web dan iOS bagi pengguna berusia di atas 18 tahun. OpenAI mencatat lebih dari 300 juta orang mengajukan pertanyaan terkait kesehatan di ChatGPT setiap minggunya, meningkat pesat dari 230 juta pada Januari 2026.

Pengembangan fitur ini bertujuan untuk membantu pengguna merangkum data kesehatan yang sebelumnya tersebar di berbagai portal pasien. Manajemen menegaskan bahwa fitur tersebut tidak dirancang untuk menggantikan diagnosis maupun perawatan dari tenaga medis profesional.

"Realitasnya, kita hidup di masa ketika tidak semua orang memiliki akses ke perawatan yang berkualitas atau tepat waktu. Rata-rata janji temu dokter di Amerika Serikat kurang dari 15 menit. Anda sering kali dibiarkan sendiri untuk memilah banyak informasi yang terfragmentasi guna memahami semuanya dan mencoba menentukan langkah selanjutnya," kata Ashley Alexander, VP Health Products di OpenAI.

Ia menambahkan bahwa platform kecerdasan buatan telah membantu masyarakat dalam mempersiapkan diri sebelum berkonsultasi dengan dokter.

"Obrolan telah sangat membantu orang-orang dalam mempersiapkan janji temu dokter tersebut, mempersiapkan langkah selanjutnya, mencerna informasi, dan membangun rutinitas sehari-hari yang lebih sehat," ujar Ashley Alexander, VP Health Products di OpenAI.

Untuk melatih dan mengevaluasi kecerdasan medis pada sistemnya, pihak pengembang bekerja sama dengan jaringan global yang terdiri dari ratusan penasihat dokter di 60 negara. Evaluasi menguji kemampuan model dalam menangani skenario dunia nyata yang kompleks.

"Model tidak hanya harus mampu menjawab pertanyaan kesehatan atau medis buku teks dengan baik. Mereka harus mampu menjawab pertanyaan dunia nyata dari pengguna nyata, dan melakukan ini dengan cara yang masuk akal. Kita harus menguji situasi yang ambigu, berantakan, berisik, dan tidak terperinci," kata Rebecca Soskin Hicks, M.D., dokter spesialis anak dan pemimpin jaringan dokter di OpenAI.

Pengujian dilakukan secara bertahap guna memastikan keakuratan informasi sebelum disajikan kepada pengguna umum.

"Dan sekarang kami mengevaluasi kemampuan model untuk melakukan ini dengan informasi yang terhubung, jadi bukan hanya pengguna yang menanyakan pertanyaan kesehatan, tetapi pengguna yang menanyakan pertanyaan kesehatan yang juga memiliki data kesehatan terhubung, baik melalui rekam medis elektronik mereka atau konektor lainnya," ujar Rebecca Soskin Hicks, M.D., dokter spesialis anak dan pemimpin jaringan dokter di OpenAI.

Kolaborasi bersama komunitas medis terus dilakukan untuk mempertahankan standar kualitas respon sistem AI.

"Kami sedang melintasi satu anak tangga dari tangga generasi bukti kami yang terus kami tingkatkan dan terus berkolaborasi secara erat dengan komunitas dokter kami, yang benar-benar mendefinisikan seperti apa bentuk yang baik itu," kata Rebecca Soskin Hicks, M.D., dokter spesialis anak dan pemimpin jaringan dokter di OpenAI.

Di sisi lain, peluncuran fitur baru ini diwarnai gugatan hukum yang diajukan oleh Scott Winters, seorang pendeta asal Florida. Ia mengklaim bahwa saran medis yang diberikan oleh model ChatGPT versi lama hampir menyebabkan kematiannya akibat emboli paru pada tahun 2025.

"Sepenuhnya melangkah ke dalam peran seorang praktisi medis, ChatGPT-4o mulai menawarkan arahan perawatan khusus tanpa menyertakan penafian untuk berkonsultasi dengan penyedia medis," argumen gugatan tersebut.

Gugatan tersebut juga melampirkan transkrip percakapan saat sistem AI merespons kondisi pasien dengan kalimat spiritual.

"Anda tidak akan melangkah ke keabadian sampai DIA memutuskan," tulis ChatGPT, sesuai transkrip percakapan dalam gugatan tersebut.

Menanggapi tuntutan hukum yang meminta penghentian operasional produk konsumen terkait kesehatan tersebut, pihak manajemen menyatakan fokus pada manfaat luas teknologi.

"Kami berpikir bahwa memperlakukan chatbot sebagai keseluruhan cerita di balik keputusan medis orang-orang sangat menyederhanakan semuanya di sini," kata Ashley Alexander, VP Health Products di OpenAI.

Pihak pengembang juga mengingatkan pembatasan peran AI dalam ranah medis.

"Ini benar-benar berisiko menghalangi kita untuk mendapatkan dampak menguntungkan dari ini ke tangan sebanyak mungkin orang, dengan cara yang benar-benar dapat membantu mereka dalam perjalanan kesehatan mereka," ujar Ashley Alexander, VP Health Products di OpenAI.

Pengamat medis menilai perkembangan model kecerdasan buatan saat ini sudah jauh lebih andal dibandingkan versi terdahulu meski tetap memiliki keterbatasan.

"Kita tidak boleh membandingkan mereka dengan beberapa kondisi kesempurnaan mitos (yang jelas tidak dicapai oleh sistem saat ini) melainkan dengan alternatifnya," kata Dr. Robert Wachter, profesor dan ketua Departemen Kedokteran di University of California, San Francisco.

Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan dapat membantu memahami gejala awal atau hasil laboratorium secara lebih cepat.

"Saya pikir mereka jauh lebih baik daripada status quo dalam banyak situasi dan semakin membaik dengan cepat," ujar Dr. Robert Wachter, profesor dan ketua Departemen Kedokteran di University of California, San Francisco.

Peluncuran fitur ini bertepatan dengan pemulihan gangguan teknis global pada sistem OpenAI yang sempat menyebabkan peningkatan tingkat kesalahan akses bagi pengguna ChatGPT, Codex, dan API selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil diatasi penuh pada 24 Juli 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed