Otorita IKN Tangani Kebakaran Hutan Berjarak 30 Km dari Kawasan Inti

Smallest Font
Largest Font

Otorita Ibu Kota Nusantara memfokuskan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terdeteksi berjarak 30 hingga 40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan di Kalimantan Timur, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Penanganan intensif dari darat dan udara dikerahkan guna mencegah pergerakan titik api mendekati area utama pembangunan ibu kota baru tersebut.

Instruksi penanganan ketat sebelumnya disampaikan oleh pihak istana untuk memastikan area inti aman dari ancaman api.

"Yang harus diperhatikan juga kebakaran yang dekat dengan IKN itu, harus diperhatikan, harus dikerahkan aset-aset lebih jangan sampai kebakaran tersebut sampai ke zona inti," beber Presiden Prabowo Subianto dalam Ratas Perkembangan Penanganan Bencana secara virtual, Senin (7/9/2026).

Merespons arahan tersebut, Otorita IKN mengonfirmasi bahwa sebaran titik api masih berada di dalam delineasi wilayah IKN namun lokasinya relatif jauh dari pusat pemerintahan.

"Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30-40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti," ujar Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi Danis H. Sumadilaga dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Langkah pemadaman dilakukan secara preventif agar kobaran api tidak meluas ke wilayah sekitarnya.

"Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh," ujar Danis.

Mengenai data kawasan terdampak seluas 458 hektare, pihak Otorita menjelaskan angka tersebut merupakan kalkulasi total area pemantauan dan bukan luasan yang terbakar seluruhnya.

"458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api," jelas Danis.

Titik api utama terdeteksi di kawasan Bukit Tengkorak, Wonotirto, serta Kilometer 31 Tol Balikpapan-Samarinda. Penanganan darat melibatkan tim gabungan Otorita IKN, TNI, Polri, Babinsa, dan masyarakat, sedangkan pemadaman udara memanfaatkan teknik pengeboman air.

"Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing. Kemudian di beberapa titik di Bukit Merdeka juga kita lakukan water bombing," ujar Danis.

Selain menyiagakan patroli darat dan pemantauan udara secara rutin, Otorita IKN menerapkan Peraturan Kepala Otorita IKN mengenai edukasi pembukaan lahan tanpa membakar bagi warga sekitar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed