Pakar Keamanan Pangan Ingatkan Empat Jenis Makanan yang Tidak Dianjurkan Dicuci di Bak Cuci Piring
Kebiasaan mencuci bahan makanan di bak cuci piring ternyata tidak selalu aman dan efektif untuk menjaga kebersihan dapur. Praktik ini malah berpotensi menyebarkan bakteri ke berbagai permukaan dapur dan bahan makanan lain, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi silang.
Menurut pakar keamanan pangan yang dikutip dari Detik Food, percikan air saat mencuci di bak cuci piring dapat membawa bakteri berbahaya ke meja, talenan, dan bahan makanan siap santap. Oleh sebab itu, ada beberapa jenis bahan makanan yang sebaiknya tidak dicuci di area tersebut.
Mencuci daging mentah seperti ayam, sapi, babi, maupun makanan laut tidak dianjurkan. Ahli gizi Dani Dominguez menyatakan bahwa mencuci daging mentah tidak menghilangkan bakteri di permukaannya. Sebaliknya, percikan air dari proses cuci bisa menyebarkan bakteri ke area lain di dapur.
Chamali Kodikara dari Institute of Food Technologists menambahkan bahwa mencuci seafood juga tidak efektif menyingkirkan bakteri. Cara paling aman adalah memisahkan area dapur untuk bahan mentah dan makanan siap santap, serta memastikan memasak daging hingga suhu aman, yaitu minimal 74°C untuk unggas dan 63°C untuk daging sapi, babi, dan seafood.
2. Telur dengan Cangkang
Telur yang sudah melalui proses pencucian sebelum dijual sebaiknya tidak dicuci ulang. Mencuci telur mentah bisa merusak cangkangnya yang rapuh, sehingga membuka peluang masuknya bakteri sebelum dimasak. Jika perlu, telur bisa dilap dengan kain kering atau sedikit lembap sebagai alternatif yang lebih aman.
3. Jamur
Walaupun sering dianjurkan untuk dicuci, jamur sebenarnya mudah menyerap air karena porinya besar. Jika terlalu basah, teksturnya bisa berubah menjadi lembek dan berair saat dimasak. Sebaiknya jamur hanya dibilas sebentar lalu dibersihkan dengan sikat khusus dan dikeringkan menggunakan kain atau tisu dapur sebelum diolah.
4. Beras Fortifikasi
Beras fortifikasi yang diperkaya nutrisi tidak disarankan dicuci berulang kali. Pencucian berlebihan dapat menghilangkan mikronutrien tambahan seperti vitamin B dan zat besi. Jika tujuan utama mencuci beras bukan untuk mendapatkan tekstur tertentu, disarankan untuk tidak mencuci beras fortifikasi secara berlebihan agar kandungan gizinya tetap terjaga.
Penerapan langkah-langkah ini penting untuk menjaga kebersihan dapur sekaligus memastikan keamanan dan kualitas nutrisi makanan yang dikonsumsi, seperti dikutip dari Detik Food.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow