Panglima Militer Pakistan Bakal Kunjungi Iran Redakan Konflik AS

Smallest Font
Largest Font

Panglima Militer Pakistan Field Marshal Asim Munir dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Teheran pada Senin (24/8/2026) guna memperkuat kerja sama bilateral serta meredakan eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengonfirmasi rencana kedatangan Munir bersama delegasi tingkat tinggi sebagaimana diberitakan kantor berita IRNA pada Minggu (23/8/2026). Islamabad memegang peran kunci sebagai mediator utama bersama Qatar untuk mempertemukan kembali pihak-pihak yang bertikai setelah berakhimya batas waktu 60 hari pencapaian kesepakatan final.

Sebelum rencana kunjungan ini bergulir, Asim Munir telah menggelar pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengenai tantangan stabilitas keamanan kawasan Asia Barat.

Pemerintah Iran mengonfirmasi pembicaraan telepon tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial X. "Perkembangan regional serta cara-cara efektif untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Asia Barat," tulis pemerintah Iran dalam unggahan di X.

Kementerian Luar Negeri Iran melalui keterangan yang dikutip kantor berita Mehr mengagendakan pembahasan strategi pemulihan keamanan regional bersama utusan Pakistan tersebut. Upaya diplomasi Pakistan dilakukan guna mendorong kembalinya dialog langsung setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2026 menemui jalan buntu.

Kebuntuan negosiasi dipicu oleh perselisihan mendasar terkait jaminan keimigrasian, sistem keamanan, serta hak kebebasan navigasi kapal pedagang di kawasan strategis Selat Hormuz. Tensi militer sempat memuncak pada rentang 8 hingga 24 Juli 2026 ketika Washington meluncurkan serangan udara ke sejumlah target di dalam wilayah Iran. Teheran kemudian membalas langkah militer AS dengan memukul fasilitas serta instalasi militer Washington di beberapa negara Arab, seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Sosok Asim Munir dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia intelijen setelah sempat menjabat Direktur Jenderal Korps Intelijen Militer AD serta memimpin Badan Intelijen Utama (ISI).

Jabatan Asim Munir dinaikkan menjadi Marsekal Lapangan pada Mei 2025 sebelum akhirnya ditunjuk Presiden Asif Ali Zardari sebagai Panglima Angkatan Pertahanan merangkap KSAD pada Desember 2025.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed