Pedagang Pasar Pramuka Naikkan Harga Masker Karena Lonjakan Permintaan Abu Vulkanik
Lonjakan permintaan masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, terjadi akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini menyebabkan stok masker yang sebelumnya lama tersimpan cepat habis dan memicu kenaikan harga produk tersebut, dilansir dari Detik Finance.
Harga masker medis di Pasar Pramuka naik dua kali lipat dalam beberapa hari. Pedagang melaporkan harga beli dari distributor yang sebelumnya Rp 25.000 kini sudah melewati Rp 50.000 per kotak. Pedagang pun menyesuaikan harga jual eceran dengan kenaikan modal tersebut, meski kenaikan harga jual hanya berkisar Rp 5.000 sampai Rp 15.000 per kotak agar keuntungan tidak terlalu berkurang.
Yana, salah satu pedagang masker di Pasar Pramuka, menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut wajar mengingat permintaan yang mendadak melonjak dan stok cepat habis. Menurutnya, pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi acuan agar penjualan masker dapat cepat habis tanpa menimbulkan stok berlebih.
"Semuanya naik, semua masker medis naik. Kenaikannya lumayan, beda Rp 10.000 satu kotak. Yang biasa distributor jual Rp 25.000, sekarang sudah di atas Rp 50.000. Itu kenaikan dari modal doang ya, itu belum harga jual," ujar Yana.
Ia menambahkan, "Kalau harga jual kita naikkan cuma Rp 10.000, Rp 5.000, atau sampai paling tinggi Rp 15.000 dari harga awal, jadi agak kurangi keuntungan per kotak dari pemesanan yang biasa."
Yana juga menyatakan lonjakan permintaan saat ini tidak sebesar saat pandemi Covid-19 pertama kali, sehingga ia menghindari menimbun stok masker terlalu banyak dan fokus menghabiskan stok yang ada.
"Nggak seperti Covid lah. Naiknya cuma Rp 10.000, Rp 5.000, atau sampai paling tinggi Rp 15.000 gitu dari pemesanan yang biasa. Permintaan juga nggak sebanyak kayak Covid, tapi ada.
Nggak mau stok banyak-banyak. Nanti giliran erupsi sudah habis, ya masker tetap kita jual cuma harganya nggak mungkin semahal sekarang," kata Yana.
Pedagang lain, Selly, menyampaikan bahwa lonjakan pembeli di Pasar Pramuka mulai terjadi sejak Minggu (6/9) saat kabar erupsi tersebar dan memuncak pada Senin (7/9). Ia menyebut mayoritas pengunjung mencari masker medis dan ada sejumlah pelanggan yang menghubungi via WhatsApp untuk menanyakan harga dan stok.
"Kalau permintaan masker banyak. Ada saja sih yang nanya melalui WhatsApp ataupun orang datang langsung banyak ke sini. Kemarin lah lebih banyak yang cari.
Jadi ada perputaran di sini. Kalau nggak cuma langganan biasa yang ke sini. Kalau orang ke pasar mah sudah jarang sekarang," ujar Selly.
Penjualan masker di tokonya meningkat drastis, dari biasanya kurang dari 10 kotak per hari menjadi 10-20 kotak dalam sekali pembelian pada hari puncak lonjakan permintaan.
"Kalau hari biasa kan nggak banyak. Biasa sehari nggak sampai 10 box laku. Kemarin tuh sudah mulai meningkat gitu.
Ada yang permintaan sampai 10-20 box satu orang doang. Kayak gitu, perbedaannya," jelas Selly.
Kondisi ini membuat stok masker di tokonya langsung habis pada hari itu dan ia segera melakukan pemesanan ulang. Namun stok yang tersedia sangat terbatas karena distributor juga mulai kehabisan masker.
"Sebenarnya ini pesanan sebelumnya tuh, kalau mau tambah kata distributornya sih persediaan pada kosong. Nah, mungkin mereka juga sudah pada banyak yang pesan baru juga. Jadi kita pesan kan baru hari Senin, kita sudah ketinggalan juga kayaknya," ujar Selly.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow