Bank Ungkap 4 Pekerjaan Paling Sulit Lolos Pengajuan KPR

Smallest Font
Largest Font

Kemampuan calon nasabah dalam melunasi cicilan hingga masa tenor berakhir menjadi prioritas penilaian perbankan sebelum menyetujui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kelayakan finansial ini diukur melalui jenis pekerjaan serta bukti penghasilan bulanan. Pemeriksaan riwayat transaksi rekening dan slip gaji menjadi prosedur penting untuk menilai kapasitas pembayaran.

Pasalnya, profesi yang sama tidak selalu menjamin besaran penghasilan yang identik pada setiap individu. Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menjelaskan bahwa status pekerjaan bukan satu-satunya faktor penentu KPR diterima atau ditolak. Faktor paling krusial terletak pada kepastian kemampuan membayar debitur.

Arianto Muditomo menilai slip gaji menjadi tolok ukur utama bank untuk memetakan kapasitas finansial nasabah, dilansir dari Detikcom. Kendati demikian, beberapa jenis pekerjaan menghadapi tantangan lebih besar akibat skema penghasilan mereka.

Pekerja informal menjadi kelompok pertama yang kerap menemui kendala karena tidak memiliki slip gaji rutin maupun kontrak kerja formal. Profesi dalam kategori ini mencakup pedagang kecil, pengemudi ojek, hingga tukang cukur. Peluang KPR bagi pekerja informal tetap terbuka melalui skema pembiayaan khusus. Calon debitur dapat melampirkan mutasi rekening koran beberapa bulan terakhir guna membuktikan pola serta nilai pemasukan bulanan.

Kategori kedua adalah pekerjaan berisiko tinggi yang memiliki potensi kecelakaan kerja atau kematian lebih besar. Tingkat risiko ini dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran angsuran KPR di masa depan. "Pekerjaan risiko tinggi di antaranya penambang, petugas damkar (pemadam kebakaran), pelaut, dan lain-lain," kata Arianto Muditomo.

Risiko pada profesi ekstrem tersebut dapat diantisipasi dengan pemanfaatan asuransi jiwa KPR untuk menutupi sisa pinjaman jika terjadi musibah. Pemilihan tenor kredit yang lebih singkat juga menjadi opsi, meski konsekuensinya beban cicilan bulanan menjadi lebih tinggi. Integritas finansial calon nasabah juga memegang peranan penting dalam proses verifikasi bank.

Persyaratan dokumen yang lengkap serta rekam jejak kredit yang bersih menjadi nilai tambah yang signifikan. "Namun, calon debiturnya sendiri harus mampu menunjukkan itikad baik dalam berbisnis, di antaranya tidak memiliki riwayat kredit (kartu kredit, pembiayaan konsumtif lain atau pembiayaan komersial) yang buruk, mampu memenuhi persyaratan dokumen yang lengkap dan memastikan kemampuan keuangan yang memadai untuk memperoleh fasilitas pembiayaan," kata Arianto Muditomo.

Pekerja lepas atau freelancer berada di urutan ketiga karena fluktuasi riwayat pendapatan harian atau proyekan. Bank menilai rata-rata pemasukan berkala dari bukti transaksi untuk mengukur kestabilan arus kas mereka.

Tantangan serupa dihadapi kelompok wiraswasta akibat dinamika omzet bisnis yang fluktuatif. Pelaku usaha diwajibkan menjaga kondisi kesehatan keuangan serta keteraturan pencatatan arus kas agar dinilai layak menerima fasilitas KPR. Secara keseluruhan, tidak ada jenis profesi yang secara mutlak menutup akses pembiayaan perbankan. Kelengkapan berkas, kestabilan arus kas, riwayat kredit yang bersih, serta kapasitas membayar tetap menjadi kriteria utama persetujuan KPR.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed