Pemerintah AS Mulai Pembangunan Gerbang Raksasa di Washington DC

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Amerika Serikat akan memulai pekerjaan penggalian untuk pembangunan gerbang raksasa Great Triumphal Arch and Military Observation Deck di Columbia Island, Washington DC, dalam dua pekan ke depan, dilansir dari Detikcom.

Gerbang ini dirancang setinggi 250 kaki atau sekitar 76 meter dan terletak di antara Lincoln Memorial dan Arlington National Cemetery. Pembangunan tetap dilanjutkan meski menghadapi gugatan yang mempertanyakan legalitas dan dampaknya terhadap kawasan bersejarah.

Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menyatakan gerbang ini akan menjadi salah satu karya arsitektur besar Amerika dan menghormati sejarah serta pentingnya Arlington Cemetery.

"Ini akan menjadi salah satu karya besar arsitektur Amerika, menghormati sejarah dan arti penting Arlington Cemetery serta layak berdiri di ibu kota paling kuat di dunia," ujar Burgum.

Gugatan diajukan oleh tiga veteran dan seorang sejarawan arsitektur yang menilai pembangunan gerbang memerlukan persetujuan Kongres yang belum ada. Pengacara penggugat Nicolas Sansone menilai pembangunan seharusnya tidak dilanjutkan saat persoalan hukum belum selesai.

"Kami meyakini bahwa pembangunan tidak dapat dan tidak seharusnya dilanjutkan begitu cepat. Kami siap memberi tahu pengadilan bahwa pada tahap ini pengadilan perlu turun tangan," kata Sansone.

Selain persoalan hukum, proyek ini juga diperdebatkan karena berlokasi di kawasan dengan sejumlah bangunan dan lanskap bersejarah. Laporan National Park Service (NPS) mengakui proyek dapat berdampak buruk langsung maupun tidak langsung terhadap garis pandang properti bersejarah.

Desain gerbang berwarna putih dengan ornamen emas ini memuat tulisan "ONE NATION UNDER GOD" di bagian atas, serta figur Lady Liberty bersayap dan obor di puncaknya, dan patung elang emas dengan sayap terbentang.

Trump mengaitkan proyek tersebut dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Burgum menyebut lebih dari 70 kota dunia sudah memiliki gerbang monumental, dan Washington DC adalah satu-satunya ibu kota Barat yang belum memilikinya.

"Menariknya, Washington DC adalah satu-satunya ibu kota besar di Barat yang tidak memiliki gerbang. Kini, setelah menunggu selama 125 tahun, ibu kota paling kuat di dunia akan menjadi rumah bagi gerbang yang paling spektakuler dan indah," kata Burgum.

Pembangunan gerbang kini memasuki tahap konkret dengan dimulainya penggalian, sementara proses hukum yang mempersoalkan proyek masih berlangsung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed