Pemerintah Bangun PSEL Mengatasi Darurat Sampah Empat Daerah

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat sejumlah wilayah seperti Bekasi, Bali, Tangerang, dan Bandung masuk dalam kategori darurat sampah dengan ketinggian tumpukan mencapai 60 meter, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (26/8/2026).

Kondisi krisis lingkungan ini ditanggapi pemerintah dengan mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di daerah-daerah terdampak untuk mereduksi volume limbah secara signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah dalam meresmikan infrastruktur penanganan sampah tersebut.

"PSEL yang ada di Kota Bekasi. Pertama dulu di Bali, Jawa Barat, di Bandung. Terus di sini, berarti sudah tiga.

Yang akan diresmikan, insyaallah, bulan Oktober di Sumatera Selatan. Target kita tadi, Danantara Mas Pandu mengatakan mudah-mudahan 2027-2028 itu bisa selesaikan," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Langkah penanganan fokus diarahkan pada lokasi dengan tingkat akumulasi limbah paling parah.

"Pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini. Nah, tapi itu semua baru yang darurat ini. Seperti Bantar Gebang ini, Kota Bekasi ini darurat.

Di Tangerang itu juga darurat, Bali juga darurat. Tumpukannya sudah sampai 60 meter tingginya," kata Zulkifli Hasan.

Pemerintah menuturkan proyeksi timbunan limbah nasional pada 2029 bakal menyentuh angka 146.780 ton per hari, sehingga pengolahan organik berbasis komunitas ditargetkan menyerap 12,4 persen sampah dari sumbernya.

Skema penanganan komunal melalui TPS-3R dan Bank Sampah Induk diproyeksikan mengelola 19,8 persen limbah, sementara TPST berbasis RDF di area pabrik semen berpotensi menyerap 25,3 persen, serta teknologi pirolisis sebesar 20 persen.

Teknologi PSEL sendiri dikhususkan bagi kabupaten atau kota yang menghasilkan limbah di atas 1.000 ton per hari, baik secara mandiri maupun aglomerasi.

Pemerintah optimistis penataan limbah di wilayah krisis dapat tuntas dalam kurun waktu dua tahun ke depan melalui optimalisasi berbagai teknologi tersebut.

"Mudah-mudahan dalam dua tahun ini bisa kita selesaikan," kata Zulkifli Hasan.

Pelaksanaan peresmian infrastruktur di Jawa Barat ini turut dihadiri pejabat Danantara Pandu Patria Sjahrir, KSAD TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed