Pemkab Kukar Gelar Job Fair 2026 untuk Tekan Pengangguran

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja menyelenggarakan Job Fair Kukar 2026 di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, pada Selasa, 14 Juli 2026, guna memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran lokal.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 15 Juli 2026 ini menyediakan 380 lowongan kerja pada 69 jenis jabatan dari 20 perusahaan yang bergerak di sembilan sektor usaha, seperti pertambangan, perkebunan, ritel, hingga kuliner.

Penyelenggaraan bursa kerja tahun ini menerapkan formulasi baru yang memantau langsung hasil rekrutmen perusahaan setelah dilakukan evaluasi mendalam terhadap hasil Job Fair tahun 2025 yang dinilai memiliki tingkat kelulusan sangat rendah.

"Kegiatan ini bagian dari wujud implementasi Kukar Idaman Terbaik yang merupakan visi besar pembangunan Kabupaten Kukar 2025–2030," ujar Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, saat membuka acara tersebut.

Bupati Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa pembenahan konsep dilakukan karena pada pelaksanaan tahun sebelumnya, penyerapan tenaga kerja tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pelamar yang mendaftar.

"Saya masih sangat ingat Job Fair tahun 2025 itu merupakan salah satu kegiatan awal pada saat kami barusan dilantik," jelas Bupati Aulia Rahman Basri.

Bupati Aulia Rahman Basri menyayangkan minimnya jumlah pendaftar yang berhasil diterima oleh perusahaan pada penyelenggaraan tahun lalu akibat konsep yang dinilai hanya berorientasi pada pengumpulan berkas.

"Dengan berat hati kami menyampaikan bahwa di tahun 2025 itu, dari 1.000 lebih pendaftar pada saat kita melaksanakan Job Fair, setelah kita laksanakan evaluasi, yang diterima di tempat pemberi kerja itu cuma 26 orang. Sangat miris kita melihat kondisi ini," terang Bupati Aulia Rahman Basri.

Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa kuantitas pengumpul berkas lamaran tidak boleh menjadi satu-satunya indikator keberhasilan dari pelaksanaan bursa kerja ini.

"Dari sekian banyak pelamar, hanya 26 orang yang diterima," tegas Bupati Aulia Rahman Basri.

Menurut Bupati Aulia Rahman Basri, kendala utama pada sistem sebelumnya terletak pada lemahnya kendali pengawasan dari instansi terkait terhadap proses seleksi yang dilakukan oleh pihak swasta.

"Karena pada proses-proses sebelumnya, Job Fair yang kita laksanakan itu titik tekannya adalah bagaimana para pemberi kerja menerima lamaran dari para pencari kerja. Sehingga proses pengendalian dari Dinas Transnaker tidak bisa terlalu jauh terhadap para pemberi kerja," tutur Bupati Aulia Rahman Basri.

Pemerintah daerah berharap perubahan skema ini dapat menggeser fokus penilaian keberhasilan acara dari yang semula hanya sekadar penyerahan dokumen administratif menjadi hasil nyata penyerapan kerja.

"Kita cukup puas saat sebelum-sebelumnya itu dengan banyaknya saudara-saudara kita memasukkan lamaran pada saat Job Fair ini berlangsung," kata Bupati Aulia Rahman Basri.

Formulasi anyar ini dirancang untuk melacak hasil akhir seleksi secara transparan, sesuai dengan rekomendasi akademisi demi meminimalkan kesenjangan data rekrutmen.

"Ini juga merupakan salah satu saran dari Prof. Iskandar waktu itu. Beliau bilang bahwa coba kita bikin formulasi, bagaimana kira-kira pada saat Job Fair itu kita bisa mengetahui hasil dari proses penerimaan yang dilakukan oleh para pemberi kerja," beber Bupati Aulia Rahman Basri.

Langkah pembenahan administratif ini pun langsung diterapkan oleh instansi teknis terkait demi memastikan kepastian kerja bagi para pelamar lokal di Kutai Kartanegara.

"Alhamdulillah, di Job Fair tahun 2026, kita sudah bisa mengetahui seberapa banyak saudara-saudara kita yang diterima bekerja nantinya. Pastinya, ini akan kita pantau terus agar masyarakat Kukar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak," pungkas Bupati Aulia Rahman Basri.

Namun, dalam pelaksanaan tahun ini, Bupati Aulia Rahman Basri juga menyoroti masih tingginya jumlah pelamar yang gugur pada tahapan awal seleksi berkas.

“Masih menjadi tantangan kita, di mana antara pelamar dengan yang diterima itu gap-nya lumayan jauh. Tahun lalu pelamarnya sekitar seribu lebih, yang diterima hanya 26 orang. Tahun ini dari 1.176 pendaftar, hanya 196 yang lolos berkas. Artinya masih banyak yang belum memenuhi persyaratan administrasi,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri.

Evaluasi menyeluruh terhadap kualifikasi pelamar akan terus dijalankan agar para pencari kerja lokal dapat lebih bersiap memenuhi standar industri yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Kami ingin mengetahui penyebab masih besarnya kesenjangan kompetensi tersebut. Evaluasi ini penting agar ke depan semakin banyak pencari kerja yang memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki peluang lebih besar untuk diterima bekerja,” kata Bupati Aulia Rahman Basri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Kartanegara, Dendi Irwan Fahriza, menyatakan proses seleksi administrasi telah berjalan sepanjang bulan Juni sebelum wawancara langsung digelar.

“Hari ini peserta yang telah lolos pemberkasan mengikuti tahapan wawancara langsung. Kami juga tetap membuka layanan pendaftaran secara offline bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar melalui sistem online,” jelas Dendi Irwan Fahriza.

Dendi Irwan Fahriza menambahkan, pengumuman hasil akhir wawancara dijadwalkan langsung pada hari penutupan acara guna mempercepat proses penempatan kerja.

“Seleksi administrasi dilakukan selama satu bulan, kemudian wawancara berlangsung dua hari dan hasilnya langsung diumumkan. Insya Allah sekitar 80 persen peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan langsung ditempatkan di perusahaan masing-masing,” ungkap Dendi Irwan Fahriza.

Upaya perluasan lapangan kerja juga tengah dipersiapkan di wilayah tetangga, Kutai Barat, yang menghadapi tantangan pemutusan hubungan kerja terhadap 2.780 pekerja hingga pertengahan tahun 2026.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menjadwalkan pelaksanaan Job Fair Kubar 2026 pada 27-28 Agustus 2026 di GOR Desnan Sendawar sebagai langkah konkret menurunkan angka pengangguran akibat PHK massal tersebut.

"Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Kami tidak akan berdiam diri. Melalui Job Fair ini, kami terus berupaya membuka lebih banyak peluang kerja sebagai salah satu langkah untuk menekan angka pengangguran akibat PHK," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutai Barat, Welsi, dalam rapat persiapan di Sendawar, Selasa, 7 Juli 2026.

Meskipun dibayangi gelombang PHK, angka Tingkat Pengangguran Terbuka di Kutai Barat pada tahun 2025 dilaporkan berhasil mengalami penurunan sebesar 0,31 persen.

"Kami berharap semakin banyak perusahaan yang membuka kesempatan kerja, sehingga lebih banyak masyarakat Kutai Barat dapat memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraannya," pungkas Welsi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed