Pemkot Bandung Audit Perizinan Six Nine Padel Soal Penebangan Pohon

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kota Bandung mengusut tuntas dugaan keterlibatan pengelola usaha dalam perusakan fasilitas umum setelah sepuluh pohon peneduh ditebang tanpa izin di trotoar Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen perizinan bangunan di area tersebut pada Senin (3/8/2026).

Aksi pemotongan pohon secara ilegal di koridor hijau pusat Kota Bandung itu diduga kuat memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan komersial fasilitas penunjang di belakang trotoar. Setelah deretan pohon tumbang, akses visual menuju area lapangan padel, kafe, hingga layar videotron menjadi terbuka lebar dari tepi jalan utama.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung sebelumnya telah memasang garis pembatas di area trotoar tempat tumbuhnya tanaman yang ditebang pada Jumat (31/7/2026). Kendati demikian, operasional fasilitas olahraga bernama Six Nine Padel beserta kafe di lokasi tersebut terpantau masih berjalan normal dengan aktivitas kendaraan pengunjung yang tetap ramai.

"Yang disegel tanamannya saja. Kalau bagian dalam nggak," ungkap petugas keamanan Six Nine Padel, Ardi.

Pemeriksaan ketat kini ditujukan pada seluruh legalitas operasional tempat usaha beserta papan reklame digital di lokasi tersebut. Langkah hukum dan penyusuran dokumen dilakukan untuk memastikan kepatuhan pengelola terhadap aturan tata ruang kota.

"Perizinan dari bangunan yang ada di belakangnya, karena ada dugaan kuat bahwa pemotongan pohon itu berhubungan erat dengan kepentingan usaha di gedung di belakangnya," paparnya Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Hasil pemeriksaan internal dan klarifikasi sejumlah pihak menguatkan indikasi bahwa pemotongan pohon sengaja dilakukan demi menunjang kegiatan bisnis tempat penunjang olahraga tersebut.

"Ini berdasarkan dokumen yang ada dan juga pengakuan beberapa terduga, bahwa memang pemotongan pohon itu berkaitan erat dengan kegiatan usaha yang ada di gedung tersebut," terangnya Muhammad Farhan.

Pengawasan ketat difokuskan pada dua jenis perizinan utama, yakni izin komersial untuk area olahraga dan kuliner, serta izin penyelenggaraan media iklan videotron di kawasan pusat kota.

"Kami sedang menyusuri berbagai macam perizinan-perizinan, apa yang sudah terpenuhi, apa yang belum terpenuhi, apa yang sedang diproses perizinannya. Perizinannya pada prinsipnya dibagi dua, yaitu perizinan untuk usaha lapangan padel dan kafe, serta perizinan untuk videotron yang ada di belakang," tegasnya Muhammad Farhan.

Berdasarkan keterangan seorang pengemudi ojek online yang rutin beroperasi di area Jalan LLRE Martadinata, proses penebangan berlangsung sangat cepat pada malam hari tanpa melibatkan petugas berseragam dinas. Para pelaku langsung mengangkut kayu hasil tebangan ke dalam area parkir bangunan.

“Tadinya mau saya videoin, karena lihat gerak-geriknya kayak ketakutan tapi nggak jadi, takut malah jadi masalah,” bebernya driver ojol.

Pengangkatan batang pohon dilakukan secara terburu-buru hingga bersih dalam waktu satu malam.

“Jam itu juga langsung diangkut dan langsung dilempar ke dalam parkiran tempat padel, seperti buru-buru,” lanjutnya driver ojol.

Proses eksekusi yang dilakukan pada tengah malam memicu kecurigaan warga sekitar yang terbiasa melihat pemeliharaan pohon dilakukan pada siang hari.

“Yang saya heran, kenapa nebangnya malam? Biasanya kalau nebang pohon kan siang-siang. Saya langsung mikir, ini kayaknya ilegal. Tapi saya diam aja karena nggak tahu,” ucapnya driver ojol.

Hilangnya pelindung alami tersebut mengakibatkan suhu udara di sekitar jalan terasa lebih panas saat siang hari sehingga para pengemudi ojek tak lagi menjadikannya lokasi pangkalan.

“Dulu di sini enak, teduh. Ojol kalau tengah hari suka ngumpul di bawah pohon. Sekarang jadi gersang,” jelasnya driver ojol.

Keberadaan videotron di belakang deretan pohon yang hilang diduga menjadi alasan utama penebangan dilakukan agar tidak menghalangi pandangan pengguna jalan.

"Soalnya pohon yang besar itu sedikit nutupin videotron. Kalau menurut saya sih biar tulisannya kelihatan,” tandasnya driver ojol.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed