Pemprov Maluku Utara Dorong Reformasi Pelatihan ASN dan Manajemen Talenta
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar Alignment Forum di Hotel Sahid Bela, Ternate, pada Rabu, 29 Juli 2026. Forum tersebut memfokuskan agenda pada reformasi pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis keterampilan serta akselerasi sistem merit dan manajemen talenta di seluruh wilayah provinsi.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pentingnya pemetaan kebutuhan keterampilan teknis yang sesuai dengan program pembangunan daerah. Pemprov Maluku Utara menargetkan pendataan profil kompetensi bagi seluruh 11.300 ASN lingkup provinsi, yang diawali dengan kerja sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memetakan keahlian spesifik seperti analisis data, teknologi informasi, perikanan, dan pertanian.
“Yang dibutuhkan ASN itu pelatihan yang menghasilkan skill, dan skill tersebut mampu menyelesaikan masalah di lapangan,” kata Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Inisiatif perubahan tersebut diarahkan guna merestrukturisasi lembaga diklat daerah agar berfokus pada hasil peningkatan kapasitas riil para pegawai. Kerja sama ketat bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menjadi fondasi utama transformasi tersebut.
“Kami meminta bantuan LAN untuk mentransformasi BPSDM bukan menjadi badan yang menghasilkan banyaknya diklat, tetapi menjadi lembaga yang meningkatkan kapasitas ASN sehingga memiliki skill yang mampu menyelesaikan persoalan di Maluku Utara,” ujar Sherly Tjoanda.
Optimalisasi penataan aparatur diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas serta efektivitas birokrasi pemerintahan daerah. Langkah rotasi dan mutasi yang terukur dinilai memberi dampak positif terhadap performa kerja secara menyeluruh.
“Ketika orang yang tepat berada di tempat yang tepat, pergerakan pemerintahan menjadi lebih cepat, lebih efektif, dan lebih produktif,” kata Sherly Tjoanda.
Penguatan tata kelola birokrasi ini juga didukung oleh pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota, seperti Kabupaten Pulau Taliabu yang berkomitmen mempercepat digitalisasi layanan kepegawaian dan konsistensi sistem merit.
“Kolaborasi yang kuat akan melahirkan birokrasi yang unggul. ASN yang adaptif adalah fondasi menuju pemerintahan yang maju, profesional, dan melayani,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Dr. Yosar Kardiat.
Penerapan kriteria objektif dalam proses karier dan promosi dinilai menjadi kunci utama dalam membangun integritas aparatur sipil di daerah.
“Langkah ini ditujukan untuk memastikan setiap pengembangan karier dan kompetensi pegawai berjalan secara transparan, profesional, dan objektif,” jelas Yosar Kardiat.
Pemerintah daerah berharap implementasi hasil forum tersebut berimbas langsung pada kualitas pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif bagi masyarakat.
“Kami berharap peningkatan kualitas manajemen kepegawaian ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat. ASN yang profesional akan menjadi motor penggerak terwujudnya pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” tandas Yosar Kardiat.
Di sisi lain, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku Utara menggelar Pelatihan Dasar (Latsar) bagi ratusan CPNS Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara dengan durasi mencapai lebih dari 600 jam pelatihan.
“kebijakan dan pengembangan kompetensi Kepegawaian dilingkup Sekertariat Daerah Provinsi Maluku Utara, sekaligus menyamakan persepsi dan pemahaman diantara CPNS,” ujar Plt. Kepala BPSDM Setda Provinsi Maluku Utara, Syam Sofyan.
Program latsar lintas instansi tersebut dirancang untuk membentuk karakter dan kapabilitas aparatur yang selaras dengan tata kelola pemerintahan modern.
“guna membentuk CPNS yang profesional dan berkarakter, sikap perilaku Bela Negara, nilai-nilai dasar PNS dan peraturan PNS guna mewujudkan Smart Govermance,” jelas Syam Sofyan.
Dukungan penuh diberikan oleh BKN RI terhadap perkembangan sistem manajemen talenta di Maluku Utara yang dinilai hampir menuntaskan penerapannya di seluruh daerah tingkat dua.
“Yang kita kurang bukan orangnya, tetapi orang yang tepat di tempat yang tepat,” ujar Sherly Tjoanda saat mendampingi Kepala BKN.
Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi progresifnya implementasi sistem merit di Maluku Utara yang berpeluang menjadi provinsi pertama di luar Pulau Jawa dengan penerapan manajemen talenta hingga 100 persen.
“Komitmen Ibu Gubernur Sherly Tjoanda Laos patut diapresiasi. Implementasi manajemen talenta di Maluku Utara berjalan sangat baik dan menjadi salah satu yang paling progresif di Indonesia. Ini menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun ASN yang profesional melalui sistem merit,” ujar Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
BKN mengingatkan bahwa transformasi pengelolaan kepegawaian daerah harus meninggalkan pola konvensional dan berorientasi penuh pada data kinerja serta kompetensi individu. Acara ini turut dihadiri pejabat BKN, LAN RI, PT Taspen, serta jajaran kepala daerah dan pimpinan OPD se-Provinsi Maluku Utara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow