Pendiri Yayasan Gerak Bareng Meninggal Saat Misi Bencana NTT
Pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali (41), meninggal dunia akibat serangan jantung saat menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Insiden tersebut menghentikan aksi kemanusiaan sosok yang akrab disapa Bang Jek itu setelah enam hari menyusuri lokasi terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores sejak 15 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Kepastian mengenai penyebab wafatnya relawan asal Jakarta tersebut disampaikan langsung oleh pihak kepolisian setempat setelah korban sempat mendapatkan penanganan medis darurat di Posko Damer.
"Iya (meninggal dunia)," kata Bagus saat dikonfirmasi detikBali, Jumat malam (21/8/2026).
Pihak kepolisian kemudian mengonfirmasi secara singkat penyebab pasti dari meninggalnya pendiri yayasan kemanusiaan tersebut saat mengendarai mobil operasional relawan.
"Serangan jantung," imbuhnya singkat.
Peristiwa berawal sekitar pukul 14.00 WITA ketika Zaki mengemudikan kendaraan dari Posko Relawan Gerak Bareng di Masjid Nurul Huda, Kampung Reo, menuju Desa Satar Padut. Di tengah perjalanan, korban mendadak tidak sadarkan diri usai meminta rekannya melepaskan jaket serta helm yang dikenakannya.
Rekan-rekan sejawatnya segera membawa Zaki ke Posko Damer, tetapi dokter menyatakan ia telah meninggal dunia. Jenazah lantas dibawa kembali ke Masjid Nurul Huda Reo pada pukul 17.20 WITA sebelum dipulangkan ke rumah duka di Jakarta.
Sebelum wafat, Zaki sempat mengunggah kabar di akun Instagram pribadinya mengenai aktivitas penyaluran amanah logistik kepada ratusan keluarga terdampak bencana, di mana ia melaporkan bahwa pasokan bantuan mulai menipis.
Kepergian Zaki memicu gelombang duka dari berbagai komunitas relawan serta pengguna media sosial yang mengapresiasi dedikasi almarhum selama bertugas di NTT.
"Innalillahi wa inna illahi rojiun. Kepergiannya bikin banyak orang iri. Terima kasih bang Jek, jujur belum pernah ketemu lgsg tapi dari tahun 2024, sering terima chat reminder project dari beliau," kata @Asgardyan.
Ungkapan belasungkawa juga terus mengalir dari warganet lain yang mendoakan kedudukan almarhum atas perjuangan kemanusiaannya.
"Inalillahi wainnailaihi rojiun. Ya Allah. Semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
Aamiin. Al fatihah," doa @sternctuary.
Doa mendalam turut dipanjatkan oleh publik yang mengagumi seluruh amal kebaikan yang telah disalurkan almarhum bagi masyarakat penerima manfaat.
"Alfatihan utk almarhum, semoga setiap kebaikan almarhumah menjadi amal jariyah," tulis @deborah_ch83230.
Apresiasi atas perjuangan almarhum di daerah bencana juga disampaikan oleh pengguna akun media sosial lainnya.
"Innalilahi wa Inna ilaihi raji'un, terima kasih banyak untuk perjuangannya. Semoga semua amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT dan semoga dipertemukan dengan orang-orang tercinta di surga-Nya kelak, Aamiin ya rabbal Alamin," ucap @Niti_Pradja.
Penghormatan terakhir diberikan warganet atas ketulusan Zaki yang terus bekerja menyalurkan bantuan tanpa memikirkan kondisi fisiknya sendiri.
"Innalillahi, kepergiannya bikin gw iri... Dia berjuang untuk membantu masyarakat, tanpa mengenal lelah dan tanpa memikirkan diri sendiri. Semoga beliau langsung masuk dalam surganya Allah SWT," doa @Fahrul_Rozi_97.
Bencana gempa bumi yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026 tersebut mengakibatkan sedikitnya 83 orang meninggal dunia, ratusan jiwa luka-luka, serta lebih dari 100 ribu warga harus mengungsi di berbagai titik penampungan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow