Pengidap Glaukoma Wajib Waspada Paparan Debu dan Abu Vulkanik

Smallest Font
Largest Font

Paparan debu pekat dan abu vulkanik di lingkungan terbuka dapat menyebabkan iritasi mata. Risiko ini menjadi lebih serius bagi pengidap glaukoma yang menjalani terapi obat tetes atau operasi mata.

Menurut dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K) dari Mayapada Eye Center, pengidap glaukoma memiliki kondisi mata yang berbeda sehingga paparan debu berdampak lebih kompleks. Ada dua kelompok pasien glaukoma yang perlu perhatian khusus terkait paparan debu vulkanik.

Kelompok pertama adalah pasien yang rutin menggunakan obat tetes mata untuk mengontrol tekanan bola mata. Penggunaan obat ini menyebabkan mata menjadi lebih kering, sehingga saat terkena debu atau abu vulkanik, rasa tidak nyaman dan sensasi ganjal menjadi lebih berat.

Kelompok kedua adalah pasien yang telah menjalani operasi glaukoma. Prosedur ini membuat saluran baru untuk pembuangan cairan di dalam mata. Jika mata terpapar abu lalu terjadi iritasi hingga pasien mengucek mata, saluran operasi berisiko robek. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan infeksi karena kotoran dapat masuk melalui saluran tersebut.

Pentingnya Pemeriksaan Fisik Setelah Terpapar Abu

Pasien glaukoma, terutama yang pasca-operasi, diwajibkan segera menjalani pemeriksaan fisik jika merasa ada ketidaknyamanan setelah terpapar abu vulkanik. Pemeriksaan dengan alat khusus seperti slit lamp penting untuk memastikan tidak ada luka atau robekan kecil yang berpotensi memicu infeksi serius.

dr Rini menjelaskan, infeksi bisa menyebar ke sistem tubuh melalui pembuluh darah di mata, sehingga pemeriksaan langsung sangat krusial.

Langkah Pencegahan untuk Pengidap Glaukoma

Untuk mengurangi risiko iritasi dan komplikasi mata akibat debu atau abu vulkanik, pengidap glaukoma disarankan melakukan proteksi maksimal saat beraktivitas di luar ruangan. Hindari mengucek mata, gunakan air mata buatan untuk menjaga kelembapan, dan lakukan kontrol mata secara rutin ke dokter spesialis.

Situasi pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau yang meninggalkan abu vulkanik juga menimbulkan iritasi mata berkepanjangan di beberapa orang. Pencegahan dan penanganan yang tepat sangat penting agar kondisi mata tidak memburuk, terutama bagi kelompok dengan risiko tinggi seperti pengidap glaukoma.

Informasi ini dikutip dari Detik Health.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed