Dokter Ingatkan Bahaya Pakai Obat Tetes Mata Keras Tanpa Resep

Smallest Font
Largest Font

Iritasi mata berupa rasa gatal dan memerah kerap memicu masyarakat untuk melakukan swamedikasi secara mandiri. Banyak orang langsung membeli produk tetes mata secara bebas di toko terdekat untuk meredakan keluhan dengan cepat.

Kondisi ini makin sering ditemui saat terjadi paparan abu vulkanik. Partikel abu yang tajam dan tidak rata memicu rasa perih serta ganjal pada organ penglihatan, seperti dilansir dari Detik Health.

Meski ingin segera meredakan ketidaknyamanan, penggunaan obat tetes mata secara bebas menyimpan potensi bahaya jika salah memilih jenis produk. Tidak seluruh obat penetes mata dijual bebas untuk mengatasi iritasi tanpa pengawasan medis.

Langkah awal yang paling dianjurkan ketika mata terpapar debu vulkanik atau kemasukan kotoran adalah membilasnya memakai air mengalir. Tindakan ini membantu meminimalkan risiko goresan partikel tajam pada permukaan kornea.

Penggunaan pelembap mata atau air mata buatan menjadi opsi paling aman untuk perawatan mandiri di rumah. Produk jenis ini bertindak sebagai lubrikan yang membantu melumasi sekaligus membersihkan sisa kotoran menempel.

Dokter spesialis mata dari Mayapada Eye Center, dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), menjelaskan bahwa air mata buatan relatif aman digunakan tanpa resep karena tidak mengandung bahan berisiko.

"Kalau pertanyaannya adalah untuk pertolongan pertama, layanan kesehatan jauh, yang bisa saya beli duluan yang mana? Air mata buatan itu. Karena itu tidak ada kandungan yang berbahaya. Dia sifatnya lubrikan," kata dr Rini.

Mengenali Logo Kemasan Obat Tetes Mata

Masyarakat disarankan memeriksa logo penanda pada kemasan sebelum membeli produk penetes mata. Obat pelembap mata atau artificial tears tergolong produk bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

Produk yang memiliki lingkaran merah pada kemasannya menandakan kategori obat keras, misalnya steroid atau antibiotik. Jenis ini tidak boleh didapatkan maupun digunakan tanpa petunjuk eksplisit dari tenaga medis.

"Yang ada logo merahnya itu nggak boleh dibeli secara sembarangan. Tapi kalau yang tadi saya bilang, balik ke tema abu vulkanik ya. Artificial tears itu bisa.

Dibeli bebas. Gitu. Jadi tinggal tanya aja, pelembab mata atau air mata buatan, itu dipakai, ditetes, itu bebas penggunaannya.

Over the counter, bisa dibeli sendiri," kata dr Rini.

Risiko Glaukoma Akibat Penyalahgunaan Obat Steroid

Kebiasaan membeli ulang obat keras berlogo merah dengan modal kemasan bekas menjadi kekeliruan yang sering terulang. Kandungan steroid di dalamnya memang ampuh meredakan mata merah secara instan sehingga dianggap sangat efektif.

Efek samping dari pemakaian steroid secara rutin tanpa evaluasi medis sangat mengancam kesehatan mata. Penggunaan jangka panjang berpotensi menaikkan tekanan dalam bola mata tanpa menimbulkan rasa sakit pada penderitanya.

"Itu emang obat ampuh sekali. Tapi yang tidak disadari adalah efek sampingnya juga bisa hebat sekali, gitu. Dan kita nggak pernah tahu mana pasien yang akan mengalami efek samping," kata dr Rini.

Tekanan tinggi pada bola mata dapat memicu timbulnya glaukoma akibat steroid. Penyakit ini merusak saraf mata secara perlahan, diawali dari hilangnya pandangan samping hingga berujung pada kebutaan sentral.

Kerusakan jaringan saraf yang disebabkan oleh glaukoma bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan kembali.

"Kerusakan karena glaucoma itu dari perifer, dari lapang pandang sampingnya. Ketika udah makin jelek makin jelek, mulai kena penglihatan sentralnya baru mereka ada keluhan. Nah kerusakan akibat glaucoma nggak bisa dibalikin lagi. Jadi mesti hati-hati," kata dr Rini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed