Penguatan Ringgit Malaysia Bebani Warga Medan yang Berlibur

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar mata uang Ringgit Malaysia yang terus menguat secara signifikan membebani sejumlah warga Kota Medan, Sumatra Utara, yang kerap berlibur ke negara tetangga tersebut akibat pembengkakan biaya operasional dan lonjakan harga tiket pesawat pada Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data resmi Bank Indonesia yang dilansir dari Detikcom, nilai tukar Ringgit terhadap Rupiah menyentuh angka Rp 4.479 per Ringgit pada Senin (18/5/2026). Posisi tersebut menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dari posisi 30 April 2026 yang sebelumnya berada di level Rp 4.408 per Ringgit.

Kondisi ini diperparah oleh kenaikan tarif maskapai penerbangan rute penerbangan Medan menuju Kuala Lumpur yang melonjak dua kali lipat hingga menyentuh Rp 800 ribuan per tiket. Sementara itu, harga tiket untuk jalur Medan menuju Penang dipatok pada kisaran Rp 600 ribuan, atau naik sekitar Rp 200 ribuan dari harga normal.

Dampak pembengkakan biaya ini dirasakan langsung oleh seorang pelancong asal Medan pasca-menyelesaikan masa liburan selama 4 hari 3 malam di Penang.

"Lumayan terasa sekarang lebih besar pengeluaran. Kayaknya tahun lalu bawa Rp 4 jutaan cukup buat kulineran sama belanja, tapi terakhir itu kayaknya habis Rp 5 jutaan cash terus aku juga ada pakai QR juga. Sekarang jalan-jalan di Malaysia itu dirupiahkan ternyata mahal juga ya," ungkap Suci.

Akibat lonjakan harga tiket penerbangan dan penguatan mata uang jiran tersebut, sebagian warga Medan lainnya memutuskan untuk menunda rencana perjalanan mereka ke Kuala Lumpur.

"Pas bulan 12 lalu itu rencana mau ke KL untuk Agustus, ngecek harga tiket PP masih Rp 900 ratusan lah. Rupanya pas cek lagi udah Rp 1,6 jutaan PP, sempat nyesal nggak beli waktu itu. Sekarang pun Ringgit lagi naik kali ya, entar-entar aja lah lihat tiket murah," ucap Kiki.

Selain Ringgit Malaysia, tekanan terhadap mata uang Indonesia juga datang dari mata uang negara tetangga lain seperti Dolar Singapura yang kini berada di posisi Rp 13.822, menguat dari level Rp 13.636 pada 30 April 2026.

Di sisi lain, dari perspektif pasar keuangan global, analis Lloyd Chan dari MUFG mencatat bahwa pergerakan USD/MYR telah menembus ke bawah dan menunjukkan tren konstruktif bagi mata uang Malaysia tersebut.

"USD/MYR baru-baru ini menembus ke bawah dan kami tetap konstruktif terhadap ringgit meskipun ada risiko Timur Tengah." kata Lloyd Chan, analis MUFG.

Pihak MUFG memproyeksikan bahwa faktor fundamental makro termasuk pertumbuhan stabil, surplus perdagangan yang terjaga, serta kepemilikan obligasi asing yang stabil akan mendukung apresiasi mata uang Malaysia selama 12 bulan ke depan.

"Volatilitas jangka pendek diprakirakan, tetapi fundamental seharusnya mendukung apresiasi ringgit selama 12 bulan ke depan." tutur Lloyd Chan.

Chan juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Malaysia diproyeksikan bertahan pada potensi output sebesar 4,8 persen pada tahun 2026 dengan inflasi yang relatif terkendali.

"Fundamental makro dan arus modal mendukung MYR. Kami memprakirakan pertumbuhan akan tetap pada potensi output sebesar 4,8% pada 2026, inflasi relatif terkendali, BNM akan mempertahankan suku bunga di 2,75%, dan surplus perdagangan ditopang oleh ekspor elektronik serta kondisi perdagangan yang stabil. Kepemilikan obligasi asing stabil, dengan bank sentral/pemerintah kini menjadi pemegang asing terbesar obligasi pemerintah lokal." jelas Lloyd Chan.

Berdasarkan catatan MUFG, stabilitas mata uang tersebut dikonfirmasi melalui tingkat kerentanan yang relatif lebih rendah dibandingkan mata uang regional lainnya di Asia Tenggara.

"Volatilitas MYR telah terkendali. Kenaikan awal volatilitas ringgit relatif moderat dibandingkan PHP dan THB, dan sejak itu turun di bawah level sebelum konflik, menegaskan kerentanan relatif yang lebih rendah." pungkas Lloyd Chan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed