Pentingnya Memperhatikan Kalori dan Porsi untuk Penurunan Berat Badan
Sudah mengurangi porsi makan namun berat badan tidak kunjung turun? Kondisi ini sering dialami dan disebabkan oleh kalori yang masih tinggi meskipun porsi terlihat sedikit, seperti dijelaskan oleh dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, dalam diskusi di detikHealth.
Penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada seberapa banyak makanan yang dikonsumsi, tetapi juga pada kandungan kalori dari makanan tersebut. Misalnya, meski porsi nasi dikurangi, lauk berkalori tinggi seperti ayam goreng, sambal goreng, dan perkedel dapat membuat total kalori tetap tinggi sehingga berat badan sulit turun.
Menurut dr. Yaze, porsi makanan menunjukkan jumlah makanan, sedangkan kalori adalah energi yang diperoleh tubuh dari makanan. Oleh karena itu, makanan dengan porsi sama belum tentu mengandung kalori yang sama, tergantung bahan dan komposisinya.
Contoh lain adalah minuman seperti kopi yang porsinya dikurangi, tapi tambahan krimer dan gula aren menyebabkan kalori tetap tinggi. Hal ini menegaskan pentingnya memperhatikan bahan tambahan saat mengatur pola makan.
Kebutuhan kalori tiap orang berbeda, dipengaruhi oleh berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Pola makan sehat sebaiknya dibagi ke dalam beberapa waktu makan dengan total kalori sesuai kebutuhan tubuh agar penurunan berat badan berjalan efektif.
dr. Yaze mengingatkan agar penghitungan kalori dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan stres. Jika sudah terbiasa, seseorang dapat mengenali pola makan tanpa harus menghitung kalori setiap saat.
Selain itu, mengurangi porsi makan secara berlebihan tidak dianjurkan dalam jangka panjang karena tubuh akan beradaptasi dengan menurunkan pengeluaran energi, sehingga proses penurunan berat badan menjadi lebih sulit.
Tujuan diet yang sehat adalah membangun pola makan yang konsisten dan realistis, bukan hanya menurunkan berat badan dengan cepat. Pola makan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang akan lebih bermanfaat bagi kesehatan.
dr. Yaze menekankan bahwa makanan yang sudah biasa dikonsumsi, seperti nasi putih, tidak harus diganti jika sesuai dengan kebutuhan kalori dan pola makan keseluruhan. Fleksibilitas ini penting agar pola makan tetap realistis dan mudah dijalankan.
Dengan pendekatan ini, diet tidak menjadi aturan ketat jangka pendek, melainkan sebuah pola hidup sehat yang dapat dijalankan secara konsisten dengan pengaturan porsi, pilihan makanan, dan kalori yang tepat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow