Anak Alami Gerakan Tutup Mulut, Orang Tua Perlu Pahami Penyebabnya

Smallest Font
Largest Font

Fenomena anak menolak membuka mulut saat jam makan atau Gerakan Tutup Mulut (GTM) menjadi persoalan yang sering dihadapi orang tua. Kondisi ini umumnya terjadi pada balita usia 2-5 tahun, seiring melambatnya laju pertumbuhan yang memicu penurunan nafsu makan, seperti dilansir dari Detik Health.

Munculnya GTM dapat dipicu oleh jadwal dan kebiasaan makan yang tidak teratur. Penolakan makan juga kerap terjadi apabila pilihan menu monoton, kebersihan tidak terjaga, atau tekstur dan porsi sajian belum sesuai dengan tahap perkembangan usia anak. Keinginan anak untuk tampil mandiri juga membuat mereka menolak dorongan orang tua jika pilihan makanan tidak sesuai selera.

Faktor lingkungan turut memengaruhi perilaku makan anak. Pembentukan suasana makan yang diwarnai dorongan paksa, ancaman, maupun tekanan justru melahirkan pengalaman yang traumatik bagi balita. Penggunaan gawai, televisi, dan mainan di meja makan juga berisiko tinggi memecah konsentrasi anak.

Selain faktor kebiasaan, ketidaknyamanan fisik turut menjadi pemicu utama penolakan makanan. Anak yang sedang mengidap gangguan kesehatan, seperti peradangan tenggorokan atau masalah pencernaan, cenderung menutup mulut rapat-rapat saat disuapi.

Penanganan GTM dapat dimulai dengan menerapkan pola makan yang teratur. Orang tua disarankan menjadwalkan tiga kali waktu makan utama dan dua kali makan selingan setiap harinya secara konsisten.

Variasi menu serta penyesuaian tekstur makanan sesuai tingkat usia balita sangat penting untuk diperhatikan. Waktu makan idealnya dibatasi maksimal 30 menit serta dibebaskan dari gangguan gawai atau siaran televisi.

Pendekatan emosional yang positif menjadi kunci penting dalam mengatasi masalah ini. Mengajak anak makan bersama keluarga di meja makan serta memberi mereka kesempatan belajar makan sendiri dapat menciptakan suasana yang menyenangkan.

Jika kendala makan tetap berlangsung meski berbagai penyesuaian telah dilakukan, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli gizi. Langkah ini penting guna mendeteksi potensi masalah medis serta memperoleh penanganan medis yang tepat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed