Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan Dorong Penguatan Budaya Literasi
Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada Senin, 14 September 2026, menjadi momentum untuk memperkuat kebiasaan membaca masyarakat serta menegaskan kembali peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran di tengah derasnya arus informasi digital. Sejarah peringatan ini bermula dari usulan Kepala Perpustakaan Nasional RI melalui Surat Nomor 020/A1/VIII/1995 kepada Presiden Soeharto pada 11 Agustus 1995, hingga akhirnya diresmikan secara nasional pada 14 September 1995. Perhatian terhadap penguatan budaya literasi di Indonesia sebenarnya telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno yang berfokus pada penerbitan buku, aktivitas membaca, dan program pemberantasan buta huruf. Pembangunan sarana literasi tersebut kemudian diperkuat oleh pemikiran Mastini Hardjoprakoso, Kepala Perpustakaan Nasional pertama, yang menempatkan lembaga perpustakaan sebagai sarana memperluas akses ilmu pengetahuan bagi publik.
Pengembangan perpustakaan saat ini dituntut untuk terus bertransformasi agar mampu menjawab tantangan era digital, di mana kemudahan mendapatkan data dari telepon pintar perlu diimbangi dengan kemampuan memilih, memahami, dan memeriksa kebenaran informasi secara kritis.
Menghadapi perubahan pola konsumsi informasi tersebut, Perpustakaan Nasional mengembangkan berbagai inovasi layanan berbasis teknologi, seperti platform iPusnas, katalog OPAC, dan akses e-Resources guna memadukan layanan fisik dengan kemudahan akses pengetahuan digital. Upaya membangun kebiasaan membaca masyarakat dapat dilakukan melalui gerakan berkelanjutan yang melibatkan sekolah, keluarga, kampus, komunitas, serta pemerintah melalui program sederhana seperti target membaca harian, diskusi buku berkala, dan penyediaan ruang baca yang adaptif bagi generasi muda.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow