Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan Nasional Merawat Budaya Literasi
Peningkatan budaya gemar membaca masyarakat Indonesia terus didorong melalui peringatan Hari Kunjung Perpustakaan Nasional yang jatuh pada 14 September. Momentum tahunan ini menjadi pijakan penting bagi aktivis literasi dan masyarakat umum.
Seperti dilansir dari Detikcom, peringatan tahun 2026 mengusung tema "Buku: Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran". Tema tersebut diangkat untuk menegaskan peran krusial buku di tengah masifnya arus informasi digital saat ini.
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional, Suharyanto, menjelaskan bahwa momen ini bukan sekadar kegiatan rutin bertandang ke perpustakaan. Momen tersebut menuntut peran aktif pustakawan serta pegiat literasi.
"Kitalah, para pustakawan dan pegiat literasi, yang harus mengambil peran proaktif sebagai garda terdepan dalam menghadapi dan menyembuhkan apa me yang kita kenal sebagai pandemi nirliterasi," kata Suharyanto.
Suharyanto menambahkan bahwa penanaman gerakan budaya membaca mestinya bermula dari lingkup terkecil. Lingkungan keluarga menjadi fondasi awal sebelum melangkah ke taman bacaan masyarakat.
"Gerakan kebudayaan ini harus kita tanam dan rawat mulai dari sel terkecil masyarakat, yaitu keluarga," ujar Suharyanto.
Ia juga menegaskan bahwasanya konsep membaca pada era modern telah mengalami evolusi makna secara mendasar. Kemampuan tersebut harus berlanjut pada pengolahan informasi yang tepat.
"Literasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis, mengkritisi, serta mengimplementasikan informasi dalam kehidupan sehari-hari," tutur Suharyanto.
Pencetus Hari Kunjung Perpustakaan Nasional bermula dari gagasan Kepala Perpustakaan Nasional RI saat itu, Mastini Hardjoprakoso. Usulan resmi diajukan melalui surat nomor 020/A1/VIII/1995 tertanggal 11 Agustus 1995 kepada Presiden Soeharto.
Gagasan tersebut mendapat persetujuan langsung dari Presiden Soeharto. Penetapan hari khusus ini diharapkan mampu memicu semangat gerakan intelektual dalam menyebarkan minat baca secara meluas di tanah air.
Pilihan Kegiatan Partisipasi
Masyarakat dapat merayakan momentum ini melalui berbagai tindakan nyata. Salah satu langkah paling mudah yakni mengunjungi fasilitas perpustakaan terdekat untuk mengeksplorasi ragam koleksi buku yang tersedia.
Langkah berikutnya dapat diwujudkan dengan berpartisipasi dalam program literasi. Bentuk dukungannya mencakup keterlibatan dalam klub buku, menjadi relawan pengajar membaca, hingga membagikan keterampilan dasar membaca bagi anak-anak.
Aksi donasi buku juga menjadi pilihan berharga untuk menyalurkan koleksi pribadi yang sudah tidak terpakai. Penyaluran bahan bacaan ini membantu memenuhi kebutuhan buku di wilayah yang memiliki akses sarana terbatas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow