Pertamina Tahan Harga Pertamax dan Naikkan BBM Nonsubsidi Lain
PT Pertamina Patra Niaga menahan harga BBM jenis Pertamax di angka Rp 15.950 per liter, di tengah kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi lainnya mulai 1 September 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Kenaikan terjadi pada jenis BBM nonsubsidi lain di wilayah Jabodetabek, seperti Pertamax Turbo yang naik dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600 per liter dan Pertamax Green 95 yang disesuaikan dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150 per liter.
Selain itu, lini bahan bakar diesel juga mengalami lonjakan, di mana Dexlite naik dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter, sementara Pertamina Dex meningkat dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter. Adapun BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dibanderol masing-masing Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Pemerintah menjelaskan bahwa pergerakan harga BBM nonsubsidi merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak dunia.
"Kalau untuk Pertamax itu kan prinsipnya sesuai dengan harga pasar," ujar Yuliot, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kementerian ESDM menegaskan penetapan nilai jual BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan perhitungan komponen biaya produksi dan perkembangan pasar secara berkala.
"Harga itu kami lihat harga rata-rata minyak dunia. Dari harga rata-rata, kira-kira berapa BPP dari Pertamina, kemudian ada margin," kata Yuliot.
Penyesuaian tarif BBM nonsubsidi ini berlangsung seiring pergerakan harga minyak mentah Brent yang sempat menyentuh angka US$ 96 per barel akibat dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, melonjak dari posisi akhir Agustus 2026 yang berada di level US$ 86,2 per barel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow