Pertamina dan Swasta Turunkan Harga BBM Non Subsidi Mulai 31 Juli 2026
Pada 1 Juli 2026, seluruh badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi menyesuaikan harga, termasuk Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, dan Mobil Indostation.
Di SPBU Pertamina wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo turun Rp 1.450 per liter menjadi Rp 19.300, Pertamax Dex turun Rp 3.650 menjadi Rp 21.150, dan Dexlite turun Rp 3.300 menjadi Rp 19.700 per liter. Harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tetap Rp 16.250 dan Rp 17.000 per liter, sedangkan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi tetap Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Penurunan harga juga berlaku di BBM swasta. BP-AKR menurunkan harga BP Ultimate Diesel dari Rp 25.060 menjadi Rp 21.340 per liter, namun harga bensin RON 92 dan BP Ultimate tetap sama. Shell juga menurunkan harga V-Power Diesel menjadi Rp 21.340 per liter dari Rp 24.490.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyatakan bahwa pemerintah tengah menghitung keekonomian harga Pertamax berdasarkan biaya pokok penyediaan (BPP) dan keuntungan Pertamina, menyesuaikan dengan fluktuasi harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik.
"Jadi nanti akan dihitung BPP (biaya pokok penyediaan)-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana," ujar Yuliot.
Yuliot menambahkan bahwa harga Pertamax sangat dipengaruhi harga minyak dunia yang berfluktuasi dan pemerintah akan menghitung rata-rata harga minyak dunia untuk menentukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut.
"Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," kata Yuliot.
Harga minyak dunia mengalami penurunan lebih dari 2 persen pada perdagangan 28 Juli 2026, dengan harga minyak Brent turun ke bawah 84 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah.
Informasi yang beredar di media sosial mengenai penurunan harga Pertamax menjadi Rp 10.000 per liter dan Pertalite Rp 5.000 per liter adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan pengumuman resmi dari pemerintah maupun Pertamina hingga 30 Juli 2026.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan memverifikasi informasi harga BBM melalui kanal resmi pemerintah atau Pertamina agar tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
1
Wow