FFPM 2026 Bahas Penguatan Ketahanan Energi dan Infrastruktur Migas di Bandung

Smallest Font
Largest Font

Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 resmi dibuka di InterContinental Bandung dengan tema 'Securing Energy Supply Across Production Facilities and Infrastructure,' membahas penguatan ketahanan energi melalui fasilitas produksi dan infrastruktur migas, dilansir dari Detik Finance.

Forum ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) berkolaborasi dengan SKK Migas, mengumpulkan pemangku kepentingan industri migas untuk berdiskusi soal solusi teknis mendukung ketahanan energi nasional.

Ketua FFPM 2026, Irfan Eka Wardhana, menekankan perlunya keterhubungan erat antara sektor hulu dan hilir agar ketahanan energi bisa terjaga.

"Dinamika industri migas saat ini menuntut kita untuk memecah sekat-sekat operasional. FFPM 2026 secara khusus dirancang untuk menjembatani sinergi hulu dan hilir guna memastikan ketahanan energi nasional," ujar Irfan.

Irfan menambahkan forum membahas keandalan fasilitas, efisiensi operasional, integrasi rantai pasok, pengelolaan persediaan bersama, dan optimalisasi infrastruktur penyimpanan terintegrasi.

Ketua IAFMI, Luky A. Yusgiantoro, menyampaikan FFPM menjadi wadah sejak 2018 untuk menyusun strategi menghadapi tantangan industri migas, termasuk pembaruan fasilitas dan pembangunan infrastruktur baru dengan memperhatikan anggaran dan waktu proyek.

"FFPM 2026 menyediakan wadah untuk menyusun strategi yang komprehensif dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut," kata Luky.

Luky menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemerintah, kontraktor, penyedia jasa, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat keandalan fasilitas dan ketahanan infrastruktur migas.

FFPM 2026 bertemakan peningkatan produksi, percepatan proyek strategis, dan penguatan produksi energi hilir dengan fokus keandalan fasilitas produksi serta infrastruktur pendukung di tengah transisi energi global.

Hari pertama forum ini diisi dialog strategis yang menghadirkan manajemen SKK Migas, pimpinan kontraktor, dan penyedia teknologi. Pidato utama disampaikan oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, yang menyoroti pentingnya ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Forum juga menjalin kerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan seperti Octave, Sucofindo, dan Universitas Diponegoro.

Tiga panel diskusi membahas ketahanan infrastruktur energi, keterhubungan rantai nilai energi dari hulu ke hilir, serta transisi energi berkelanjutan untuk keamanan pasokan gas domestik.

Rangkaian FFPM 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 3 September, dengan agenda teknis, manajemen proyek, dan inovasi hingga seremoni penutupan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed