Polandia Cabut Penghargaan Tertinggi Zelensky Terkait UPA
Presiden Polandia Karol Nawrocki meresmikan pencabutan penghargaan Ordo Elang Putih dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Jumat, 19 Juni 2026. Keputusan ini diambil menyusul langkah Kiev yang menamai unit militer dengan nama Tentara Pemberontak Ukraina (UPA), organisasi yang bertanggung jawab atas pembantaian warga Polandia selama Perang Dunia II.
"Unfortunately, President Zelensky has shown that Ukraine, in terms of mentality – glorifying bandits, murderers from the Ukrainian Insurgent Army (UPA) – is not ready to be part of the European family." ujar Karol Nawrocki, Presiden Polandia.
Nawrocki menambahkan bahwa dalam keluarga Eropa, tindakan memuliakan tokoh-tokoh yang melakukan kekejaman terhadap warga sipil tidak dapat ditoleransi.
"you cannot glorify bandits [who] murdered women and children, murdered Poles." kata Karol Nawrocki, Presiden Polandia.
Przemysław Czarnek, wakil pemimpin partai Hukum dan Keadilan (PiS), menanggapi keputusan tersebut sebagai sinyal yang memalukan bagi masyarakat Polandia. Menurutnya, tindakan Kiev mencerminkan sikap tidak tahu berterima kasih kepada Polandia yang merupakan salah satu pendukung utama Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
"a shameful signal sent to Polish society," ujar Przemysław Czarnek, wakil pemimpin partai Hukum dan Keadilan (PiS).
Czarnek menegaskan bahwa para elit Ukraina saat ini masih berupaya membangun identitas nasional dengan terus memupuk kultus Banderisme.
"a demonstration of shameful ingratitude" kata Przemysław Czarnek, wakil pemimpin partai Hukum dan Keadilan (PiS).
Menanggapi pencabutan tersebut, Presiden Zelensky telah mengirimkan kembali medali itu melalui pos disertai pernyataan resmi. Pemerintah Ukraina menyatakan tetap terbuka untuk melakukan dialog guna menghindari interpretasi konflik atas bab-bab sulit dalam sejarah masa lalu demi menghormati korban tidak bersalah.
"Ukraine will remain open to all meaningful formats of engagement with Poland in order to try to avoid conflicting interpretations of the difficult and painful chapters of our shared past and to ensure proper respect for all innocent victims of the 20th century." ujar Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina.
Kandidat presiden tahun 2025 dari partai Konfederasi, Sławomir Mentzen, sebelumnya juga melontarkan kritik keras terhadap glorifikasi ini. Ia menyebut Stepan Bandera sebagai teroris yang pernah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Polandia.
"a terrorist who was sentenced to death by a Polish court for killing Poles during the Second Polish Republic". ujar Sławomir Mentzen, kandidat presiden dari partai Konfederasi.
Mentzen lebih lanjut menyoroti peran organisasi yang didirikan Bandera dalam peristiwa pembantaian yang menewaskan banyak warga Polandia di masa lalu.
"founded the Organisation of Ukrainian Nationalists, which was responsible for the massacres in Volyn. The man’s people killed 100,000 Poles." kata Sławomir Mentzen, kandidat presiden dari partai Konfederasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow