Polisi Malaysia Bongkar Jaringan Penipuan Kripto di Forest City
Kepolisian Malaysia membongkar dua sindikat penipuan investasi dan asmara berbasis mata uang kripto yang beroperasi di 32 unit hunian kawasan megaproyek Forest City, Johor, pada pertengahan Juli 2026. Penggerebekan tersebut berujung pada penangkapan 335 orang, yang terdiri dari 309 warga negara China, 19 warga Indonesia, tiga warga Malaysia, dan empat warga Myanmar. Polisi juga menyita aset senilai satu juta ringgit atau sekitar Rp4,3 miliar, termasuk 313 komputer, 1.557 telepon genggam, 17 laptop, dan 10 modem. Operasi kejahatan tersebut terbagi di dua lokasi berbeda, yakni satu kelompok menempati 27 apartemen di lima lantai menara hunian, sementara kelompok lainnya beroperasi dari lima unit rumah tipe bungalow.
Kepala Polisi Johor Ab Rahaman Arsad menegaskan pihak berwenang terus berkoordinasi dengan jaringan internasional untuk memburu tokoh utama di balik sindikat ini.
"Pihak berwenang bekerja sama dengan Interpol untuk melacak otak di balik operasi tersebut," kata Kepala Polisi Johor Ab Rahaman Arsad. Penyelidikan mengindikasikan para pelaku memanfaatkan kondisi Forest City yang sepi penghuni untuk menyembunyikan aktivitas ilegal mereka dari jangkauan masyarakat umum.
"Pada 2016 mereka menggambarkan tempat ini sebagai kota emas; sangat, sangat indah," kata Jason Deng, investor asal China berusia 56 tahun yang membeli lima properti di kawasan tersebut. Kawasan pulau buatan seluas 14 kilometer persegi hasil reklamasi bernilai 100 miliar dollar AS itu awalnya dirancang menampung 700.000 jiwa, namun kini hanya dihuni sekitar satu persen dari target awal.
"Kalau saya tahu tempat ini tidak begitu bagus, saya tidak akan membeli begitu banyak apartemen," kata Jason Deng, Investor Forest City. Penurunan jumlah penghuni dipicu oleh pengetatan pinjaman bagi warga China, krisis properti di Tiongkok, serta dampak pandemi Covid-19 yang menghentikan sebagian besar aktivitas pembangunan. "Saya dulu pikir tempat ini akan jauh, jauh lebih baik," kata Jason Deng, Investor Forest City.
Pakar analisis kejahatan kripto menilai pola operasi sindikat di Forest City menunjukkan transformasi kejahatan terorganisasi yang makin profesional dan terstruktur menyerupai entitas bisnis modern.
"Kenyataannya adalah banyak organisasi seperti ini sekarang lebih menyerupai perusahaan multinasional daripada jaringan kejahatan terorganisasi atau geng tradisional," kata John Wojcik, Analis di TRM Labs. Eksodus ratusan ribu pekerja dari pusat penipuan di Kamboja disinyalir mendorong perpindahan jaringan ini menuju lokasi hunian mewah yang sepi di negara lain. "Mereka memiliki tim perekrutan khusus, departemen TI, spesialis pencucian uang, dan infrastruktur," kata John Wojcik, Analis di TRM Labs.
Ketersediaan fasilitas fisik modern yang dikelilingi unit kosong memberikan perlindungan logistik ideal bagi operasional kelompok kriminal lintas negara.
"Forest City mencerminkan kondisi yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran kejahatan terorganisasi: sebuah lokasi unggulan yang dipasarkan sebagai kota pintar mewah, prestisius, dan direncanakan secara menyeluruh, tapi tidak pernah mendekati visi tersebut," kata John Wojcik, Analis di TRM Labs. Kondisi infrastruktur modern yang tidak dimanfaatkan secara optimal tersebut memfasilitasi pergerakan aktivitas ilegal yang terselubung di balik citra kawasan bisnis sah.
"Pengembangan seperti ini menawarkan tepat apa yang dicari sindikat-sindikat tersebut: infrastruktur modern, sejumlah besar properti kosong, dan konektivitas internasional, semuanya dibungkus dalam lapisan aktivitas ekonomi yang sah sehingga sifat kriminal dari apa yang terjadi di dalamnya tetap tidak terlihat," ucap John Wojcik, Analis di TRM Labs. Meskipun menghadapi persoalan keamanan dan tingkat hunian yang rendah, proyek reklamasi ini telah mengantongi berbagai penghargaan internasional terkait pembangunan berwawasan lingkungan.
"sertifikasi ekologis golf yang paling komprehensif dan diakui secara luas," kata GEO Foundation, Lembaga Penilai Lapangan Golf Internasional. Kawasan ini juga mencatatkan kontribusi pajak sebesar 790 juta ringgit kepada pemerintah Malaysia serta alokasi ruang terbuka hijau yang mencapai lebih dari 60 persen dari total lahan kawasan.
| Penghargaan / Sertifikasi | Lembaga Penerbit | Kriteria Sertifikasi | Status Keterangan |
|---|---|---|---|
| Seri SCAHSA dan Sertifikat Kehormatan 2024 | Global Forum on Human Settlements (GFHS) | Perencanaan kota berkelanjutan dan konstruksi hijau | Delapan penghargaan dan sertifikat kehormatan 2024 (2016–2023) |
| Pra-sertifikasi LEED-CS Gold | U.S. Green Building Council | Desain bangunan berkelanjutan struktur inti dan selubung | Beberapa gedung utama |
| GreenRE Gold | GreenRE, Malaysia | Desain dan operasional real estate hijau | Forest City Island dan sekolah internasional |
| GEO Certified | GEO Foundation, Skotlandia | Operasional lapangan golf berkelanjutan | Dua lapangan golf |
Proses penelusuran oleh Kepolisian Malaysia terhadap sisa-sisa jaringan sindikat di kawasan properti tersebut masih terus berlangsung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow