Polisi Malaysia Bongkar Sindikat Penipuan di Forest City

Smallest Font
Largest Font

Proyek megah Forest City di Johor Baru, Malaysia, kini berubah menjadi markas sindikat penipuan internasional seperti dilansir dari Detikcom.

Polisi Malaysia membongkar jaringan penipuan kripto dan investasi yang beroperasi di kawasan hunian sepi tersebut pada pertengahan Juli 2026.

Aparat mengamankan 335 tersangka serta menyita barang bukti bernilai sekitar satu juta ringgit atau setara Rp 4,3 miliar.

Barang bukti yang disita meliputi 313 unit komputer, 1.557 ponsel, 17 laptop, serta 10 modem untuk melancarkan aksi kejahatan.

Para pelaku memanfaatkan 32 titik lokasi yang tersebar di 27 unit apartemen pada lima lantai menara hunian dan lima bungalow.

Proyek yang diresmikan pada 2016 ini dikembangkan oleh Country Garden asal China bersama Danga 88 milik Sultan Ibrahim Iskandar.

Kawasan reklamasi di Johor Baru ini sejatinya dirancang menjadi area mewah yang dilengkapi hotel, lapangan golf, hingga apartemen tepi laut.

Pembangunan properti tersebut terhambat masalah perizinan dari pemerintah Malaysia serta krisis finansial akibat beban utang Rp 2.875 triliun.

Dampak pandemi Covid-19 kian memperburuk keadaan hingga proyek raksasa tersebut baru terselesaikan sekitar 15 persen dari total perencanaan.

Kondisi sepi membuat kawasan pemukiman ini ditinggalkan penghuni, sehingga saat ini hanya tersisa sekitar satu persen populasi yang menempatinya.

Seorang sales properti Forest City bernama samaran Kevin mengungkapkan minimnya tingkat keterisian hunian di kawasan terisolasi tersebut.

Kevin membeberkan bahwa pihak manajemen perusahaan mewajibkan karyawan memberikan klaim palsu kepada para calon pembeli properti.

"Ketika kami berbicara dengan klien atau pelanggan, perusahaan mengajari kami untuk mengatakan 'kami sudah memiliki 23.000 penduduk yang tinggal di daerah ini'," kata Kevin.

Menurut Kevin, jumlah penghuni nyata di kawasan tersebut sebenarnya berada di bawah angka 5.000 jiwa.

Sepinya lingkungan membuat para pelaku kejahatan siber leluasa menjalankan aksinya tanpa gangguan warga sekitar.

"Mereka punya privasi sendiri. Tidak ada yang datang ke sini," ujar Kevin.

Analis TRM Labs John Wojcik menjelaskan situasi kota mangkrak ini sangat ideal bagi kelompok kejahatan terorganisir.

"Forest City mencerminkan kondisi yang telah menjadi target kejahatan terorganisir selama bertahun-tahun - lokasi unggulan yang dipasarkan sebagai kota pintar yang bergengsi, mewah, dan terencana dengan baik, namun tidak pernah mendekati pemenuhan visi tersebut," kata John Wojcik.

Jaringan sindikat internasional ini menargetkan para korban di luar negeri melalui modus penipuan investasi kripto dan manipulasi relasi asmara.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed