Polisi Tangkap Pengedar Sabu Pemasok Aktor Revaldo di Senayan
Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap pengedar berinisial HS di apartemen kawasan Senayan, Jakarta Pusat, setelah mengamankan aktor Revaldo Fifaldi atas dugaan penyalahgunaan sabu pada Senin (24/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Penangkapan HS merupakan hasil pengembangan penyidikan untuk mengusut rantai pasokan narkoba yang menjerat Revaldo. Selain menyita barang bukti sabu, polisi juga menyita alat isap dan telepon seluler milik HS.
"Setelah kita lakukan pengembangan, kemudian Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat mengetahui identitas si pengedar dan tadi malam kita telah meangkap si pengedar tersebut, artinya orang yang menyuplai, orang yang menjual kepada tersangka RF yang kita tangkap sebelumnya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026).
Penyidik langsung memeriksa HS secara intensif untuk mendalami alat bukti yang ditemukan di lokasi penangkapan.
"Dari keterangan tersangka mengakui dia menjual dan kita juga telah mengamankan barang bukti sabu dan alat penggunanya, kemudian seperangkat alat penggunanya, dan juga kita telah mengamankan tiga buah handphone yang digunakan untuk komunikasi dengan tersangka RF," ujar Kombes Pol Nasriadi.
Pengembangan kasus berlanjut hingga petugas berhasil membekuk figur lain yang berperan sebagai penyuplai utama barang haram kepada HS.
"Kemudian dari hasil pengembangan, kita juga telah menangkap saudara FB. Yang dia juga sebagai penyuplai kepada saudara HS tersebut. Jadi ada satu rangkaian," ungkap Kombes Pol Nasriadi.
Awal mula hubungan antara Revaldo dan HS terungkap dari riwayat rehabilitasi yang pernah dijalani istri HS bersama kerabatnya.
"Dulu, istri pengedar ini juga terlibat kasus narkoba dan direhab di salah satu tempat rehab yang ada di wilayah Bogor. Kemudian, istrinya itu mempunyai adik yang adiknya juga seorang artis," kata Kombes Pol Nasriadi.
Pertemuan pertama antara Revaldo dan adik ipar HS terjadi ketika mereka sama-sama menjalani pemulihan di fasilitas rehabilitasi tersebut.
"Di situlah ketika adik iparnya sering menjenguk, atau istrinya melihat kakaknya, ternyata RF juga sedang direhab. Di situlah bertemu dengan adik iparnya," ujar Kombes Pol Nasriadi.
Komunikasi antarindividu tersebut terus berlanjut setelah mereka menyelesaikan masa rehabilitasi di panti pemulihan.
"Setelah mereka berdua keluar dari panti rehab tersebut, akhirnya adik ipar si bandar ini mengundang saudara RF untuk menghadiri salah satu launching film perdananya. Di situlah ketemulah saudara HS ini dengan saudara RF," ungkap Kombes Pol Nasriadi.
Intensitas pertemuan yang semakin tinggi mendorong HS membuka percakapan mengenai riwayat pemakaian masa lalu Revaldo.
"Ketika sering bertemu, saudara HS sebagai bandar narkoba ini bertanya kepada saudara RF, 'Apakah lo sering... berapa kali kena narkoba?' dan sebagainya," kata Kombes Pol Nasriadi.
Percakapan itu berlanjut pada kesepakatan penggunaan sabu secara bersama di kediaman HS.
"Perbincangan atau komunikasi yang intim tersebut akhirnya mereka berjanji untuk memakai bersama di salah satu apartemen milik si bandar ini. Sekitar sebanyak hampir tiga kali," ujar Kombes Pol Nasriadi.
Konsumsi bersama yang difasilitasi awal oleh HS memicu Revaldo kembali terjerat dalam ketergantungan obat terlarang.
"Setelah memakai bersama, barang disiapkan oleh si pengedar ini, yaitu saudara HS, kepada saudara RF. Saat sering ketemunya, saudara RF ini akhirnya menjadi kecanduan lagi. Walaupun dia telah direhab, akhirnya kecanduan lagi dan akhirnya membeli. Jadi saudara HS tidak lagi memberi cuma-cuma," beber Kombes Pol Nasriadi.
Transaksi jual beli narkoba jenis sabu akhirnya terjadi dengan nominal ratusan ribu rupiah untuk paket setengah gram.
"Artinya terjebak dalam suatu pergaulan narkoba ini, akhirnya membeli. Dan saudara RF membeli sabu yang narkoba kita tangkap kemarin dengan harga Rp 650 ribu dengan setengah G (gram). Nah, di situlah pengembangan yang kita lakukan," tutur Kombes Pol Nasriadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow