Tragis, Kakak Beradik di Sumedang Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Satu Alami Luka Permanen
Dua anak yang merupakan kakak beradik di Desa Cibunar, Kabupaten Sumedang, menjadi korban penyiraman air keras. Akibat penganiayaan tersebut, salah satu korban mengalami luka permanen pada bagian matanya.
Aparat kepolisian dari Polres Sumedang saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap pelaku dan motif di balik aksi keji yang menimpa anak di bawah umur tersebut.
Kronologi dan Dampak Penyiraman Air Keras
Pihak kepolisian melaporkan bahwa aksi penyiraman zat kimia berbahaya ini tidak hanya terjadi sekali. Korban diketahui sudah dua kali menjadi sasaran penyerangan oleh pelaku misterius.
"Kasus ini ya sudah 2 kali kejadian, yang pertama tanggal 12 Mei, yang kedua tanggal 15 Juni. Kakaknya luka permanen di mata sebelah kiri dan adiknya itu luka di bagian belakang kepala," ungkap AKP Tanwin Nopiansyah, Jumat (19/6/2026).
| Inisial Korban | Usia (Tahun) | Lokasi Luka Akibat Air Keras | Kondisi Medis |
|---|---|---|---|
| RPF | 9 | Mata sebelah kiri | Luka permanen |
| KSHZ | 5 | Bagian belakang kepala | Luka luar |
Dampak dari dua kali insiden penyiraman tersebut menyebabkan trauma fisik yang parah bagi kedua korban, terutama bagi sang kakak yang kehilangan fungsi penglihatan optimalnya.
Penyelidikan Polisi dan Pengamanan Korban
Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang bergerak cepat setelah menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Petugas langsung mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta memeriksa sejumlah saksi.
"Ya memang benar, pada tanggal 15 Juni unit PPA menerima laporan ada diduga 2 orang anak menjadi korban diduga penyiraman air keras. Kami sudah melakukan penyelidikan dan untuk anak malam ini juga sudah kami amankan di Dinas P3A, Dinas Perempuan Perlindungan dan Anak," kata Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansyah dilansir detikJabar, Jumat (19/6/2026).
| Tanggal Kejadian | Agenda Penanganan Oleh Kepolisian |
|---|---|
| 12 Mei | Insiden penyiraman air keras pertama |
| 15 Juni | Insiden penyiraman kedua dan pelaporan ke Unit PPA |
| 19 Juni | Penyelidikan saksi dan pengamanan korban ke rumah aman |
Langkah pengamanan segera diambil untuk mengantisipasi adanya serangan susulan. Pemerintah daerah setempat turut turun tangan guna memberikan perlindungan psikologis dan fisik kepada kedua bocah tersebut.
Saat ini, RPF dan KSHZ telah ditempatkan di rumah aman yang dikelola oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumedang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow