Polri Siagakan Ribuan Personel Antisipasi Karhutla di Masa Puncak Kemarau

Smallest Font
Largest Font

Polri menyiagakan ribuan personel dan menggelar rapat koordinasi nasional untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi El Nino dan puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026.

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis (30/7) dan diikuti oleh pejabat utama Polri serta para kapolda secara virtual.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan Polri menyiagakan 48.368 personel Sabhara dari total 58 ribu personel nasional dan 23.360 personel Brimob dari 61 ribu personel untuk mempercepat respons di lapangan.

Polri telah melaksanakan 151 apel kesiapsiagaan, 29 rapat siaga tingkat polda, 180 kegiatan kesiapan lapangan, dan 2.850 sosialisasi pencegahan karhutla yang melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di berbagai daerah.

Selain itu, sebanyak 168.500 patroli darat dan perairan dilakukan bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat setempat, dibantu drone untuk deteksi dan pemetaan titik api secara cepat dan akurat.

Isir menjelaskan Polri terus memperkuat kesiapan personel dan patroli terpadu, memanfaatkan teknologi, serta menyiapkan sarana pendukung operasi di lapangan.

Bapak Wakapolri menekankan bahwa seluruh jajaran harus memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi ancaman karhutla. Upaya pencegahan harus dilakukan secara maksimal melalui patroli terpadu, sistem peringatan dini, pemantauan titik panas, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, ujar Irjen Johnny Eddizon Isir.

Polri juga menerapkan sistem rayonisasi antarsatuan kewilayahan untuk mempercepat mobilisasi personel dan peralatan bila terjadi peningkatan kebakaran di wilayah tertentu. Command center di beberapa daerah terhubung dengan Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Basarnas untuk pemantauan titik panas real time.

Fasilitas tersebut telah terhubung dengan sistem milik Kementerian Kehutanan, BNPB, dan Basarnas untuk memantau perkembangan titik panas secara real time, kata Isir.

Selain itu, Polri menggunakan kamera pengawas di pos pemantauan dan mengembangkan drone produksi dalam negeri untuk pemetaan wilayah rawan kebakaran.

Arahan Bapak Wakapolri sangat jelas, yaitu memastikan setiap personel yang bertugas memiliki perlengkapan yang memadai, mulai dari baju tahan api, sepatu tahan api, penutup kepala, masker, hingga peralatan pemadaman bergerak. Keselamatan personel harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penanggulangan karhutla, lanjutnya.

Wakapolri juga memerintahkan pendataan ulang embung, waduk, kanal, dan sumur bor yang bisa jadi sumber air saat kebakaran. Mabes Polri menyediakan anggaran dukungan yang dapat diajukan oleh kapolda dan kapolres.

Dari armada udara Polri, terdapat empat helikopter dengan kemampuan water bombing yang akan digunakan untuk pemadaman di wilayah prioritas dengan tingkat kerawanan tinggi.

Data menunjukkan luas lahan terdampak karhutla mencapai sekitar 107.465 hektare dengan lima wilayah dengan titik panas terbanyak di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

Bapak Wakapolri juga menekankan kepada seluruh jajaran agar terus memperkuat langkah mitigasi secara berkelanjutan melalui prinsip 5M, yakni man, money, method, material, dan machine. Dengan kesiapan personel, sarana, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis penanganan karhutla dapat berjalan secara lebih efektif, tutup Isir.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed