Prabowo Sampaikan Dua Pidato di Parlemen Hari Ini

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan dua pidato penting dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026).

Pidato pertama yang dimulai pada pagi hari mencakup laporan kinerja lembaga-lembaga negara serta pidato kenegaraan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pada siang hari, Presiden akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang APBN 2027 beserta Nota Keuangan dan arah kebijakan fiskal.

Ketua DPR RI Puan Maharani menjelaskan bahwa agenda persidangan telah diatur secara rinci untuk memfasilitasi kedua agenda kenegaraan tersebut.

"Kemudian kita akan istirahat shalat Jumat, karena memang hari Jumat," kata Puan di Gedung DPR RI.

Puan menambahkan bahwa pemerintah diharapkan memaparkan program-program kerja prioritas yang dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui penyampaian rancangan anggaran tersebut.

"Tentu saja kita berharap pada penyampaian RAPBN tahun anggaran 2027, kita akan mendengar bagaimana pemerintah kemudian menyampaikan program-program prioritasnya yang tentu saja nanti akan bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara," kata Puan.

Agenda penyampaian Nota Keuangan ini dinanti oleh para pelaku pasar modal dan pasar uang sebagai pijakan dalam mengambil keputusan bisnis. Menanggapi narasi media sosial yang mengaitkan pidato Presiden dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pihak Bursa Efek Indonesia membantah anggapan tersebut.

Berdasarkan data yang diolah Emitennews.com, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa pelemahan pasar disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat.

“Kalau kita mengikuti sejak satu tahun lebih, keputusan tarif resiprokal yang diumumkan pemerintah Amerika itu menimbulkan ketidakpastian yang sangat tinggi atas aktivitas ekonomi yang bisa saja berdampak besar terhadap pelaku-pelaku usaha di banyak negara,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta.

Jeffrey menambahkan bahwa fluktuasi harga minyak mentah akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina turut membebani industri secara langsung.

“Dinamika-dinamika itu justru yang berdampak lebih langsung kepada pergerakan di pasar ketimbang hal-hal lain,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu Surya Vandiantara seperti dilansir Antaranews.com. Ia menilai tren pergerakan IHSG murni dipengaruhi oleh faktor fundamental dan kinerja keuangan emiten.

"Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun," kata Surya dalam keterangan tertulisnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed