Prabowo Subianto Merenovasi 10 Ribu Puskesmas hingga 2030
Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan pembenahan sektor kesehatan nasional melalui renovasi 10 ribu puskesmas di 7.285 kecamatan yang ditargetkan rampung pada 2030, dalam pidato Rapat Paripurna RUU APBN 2027 di Gedung DPR MPR, Senayan, Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detik Health.
Pemerintah mengalokasikan anggaran perbaikan sebesar Rp 4 miliar untuk setiap puskesmas. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan akses pelayanan medis di daerah terpencil.
"Tentunya daerah yang lebih terpencil, terluar, dan tertinggal, harus mendapat lebih," kata Prabowo.
Selain puskesmas, sebanyak 514 laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas) di tingkat kabupaten dan kota turut masuk dalam program pembangunan dan renovasi. Pemerintah juga merencanakan pengadaan ambulans udara berupa helikopter dan pesawat kecil guna mempermudah proses evakuasi medis.
"Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar," tegas Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti rencana pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD agar setiap daerah memiliki fasilitas penanganan medis darurat secara cepat. Sebagai tahap awal, sebanyak 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar telah dibangun.
"Dan hari ini, saya melaporkan dari 66 rumah sakit tersebut, 22 sudah operasional," kata Prabowo.
Upaya pembenahan fasilitas kesehatan tersebut dipadukan dengan rencana penyediaan klinik pelayanan jarak jauh di setiap gerai koperasi merah putih. Program revitalisasi pada 440 RSUD diarahkan untuk memperkuat kemampuan penanganan penyakit mematikan.
"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar," tegas Prabowo.
Guna menunjang fasilitas yang dibangun, pemerintah mencatat kebutuhan sumber daya manusia yang mencapai 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, serta 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten dan kota. Pemerintah merespons dengan membuka 9 fakultas kedokteran baru dan 170 program studi spesialis maupun sub-spesialis.
"Karena itu kita telah membuka 9 fakultas kedokteran baru, serta 170 program studi spesialis dan sub spesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Dan ini kita akan upayakan lebih banyak lagi," kata Prabowo.
Sebagai opsi jangka pendek untuk memenuhi kekosongan tenaga medis, pemerintah mempertimbangkan skema pemanfaatan tenaga ahli luar negeri secara terbatas.
"Bila perlu, kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas. Karena kalau kita menunggu lulusnya 127 ribu dokter gigi, mungkin kita harus nunggu 4 presiden sesudah saya," lanjut Prabowo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow