Produksi Minyak Indonesia Meleset dari Target APBN Per Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

Capaian produksi minyak mentah Indonesia per 31 Juli 2026 tercatat baru menyentuh 578 ribu barel per hari, sehingga belum memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dipatok sebesar 610.000 barel per hari. Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (26/8/2026).

Kementerian ESDM merinci angka pasti dari rata-rata harian hasil pengangkatan minyak nasional selama periode tersebut.

"Sampai dengan 31 Juli, rata-rata produksi minyak itu ada di angka 578.156 barel per hari," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman.

Beberapa kendala teknis dan kondisi alamiah menjadi hambatan utama dalam menggenjot volume produksi lapangan migas nasional. Gangguan operational terjadi akibat kebocoran pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang menahan laju produksi gas di Blok Rokan. Selain itu, masalah pada sistem kelistrikan turut melumpuhkan kelancaran operasional di blok tersebut, di mana pemerintah kini berupaya mengaktifkan kembali pembangkit listrik terkait.

Faktor lain yang menahan kinerja lifting adalah penurunan alami atau natural decline berkategori ekstrem pada Blok Cepu. Guna menekan laju penurunan produksi yang agresif tersebut, pemerintah terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak operator.

"Saat ini, kondisi yang terjadi di lapangan adalah mempertahankan untuk datar, jadi jangan turun lagi," kata Laode.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed