Produsen Mobil China Percepat Pengembangan Model Baru dengan Risiko Kualitas

Smallest Font
Largest Font

Perusahaan otomotif di China kini mampu mempercepat proses pengembangan mobil baru hingga hanya sekitar 18 bulan, jauh lebih singkat dibandingkan model tradisional yang memakan waktu tiga hingga lima tahun di negara Barat.

Fenomena ini, yang disebut sebagai "China speed", membuat standar baru dalam industri otomotif global menurut laporan dari Bloomberg yang dikutip dari Detik Oto.

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai tahap pengembangan membantu mempercepat proses, seperti dalam peninjauan desain digital sebelum pembuatan purwarupa fisik, yang sebelumnya memerlukan pemeriksaan manual oleh insinyur terhadap ribuan komponen.

Namun, percepatan ini menimbulkan kekhawatiran terkait daya tahan dan keselamatan kendaraan. Wakil Presiden Chery Automobile Co., Li Xueyong, menegaskan bahwa mobil bukanlah produk konsumsi yang bisa diproduksi secara cepat tanpa mempertimbangkan keselamatan pengguna.

"Mobil berkaitan langsung dengan keselamatan jutaan keluarga dan harus tahan terhadap berbagai kondisi jalan dan iklim," ujar Li Xueyong, yang juga menekankan bahwa ada batas waktu pengembangan yang tidak boleh dipersingkat demi keamanan.

Pemerintah China merespons isu ini dengan melakukan inspeksi ketat terhadap produsen mobil. Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) rutin mengumumkan hasil pemeriksaan, termasuk terhadap lima produsen besar pada Juli lalu sebagai bagian dari pengawasan kualitas.

Salah satu kasus penting adalah masalah baterai mobil listrik Aion milik Guangzhou Automobile Group Co. (GAC Group) yang bermasalah setelah menempuh jarak 150.000 km. MIIT segera menginspeksi perusahaan tersebut, dan Aion berkomitmen memperbaiki atau mengganti baterai secara gratis.

Selain itu, otoritas juga memperketat standar uji jalan nyata untuk kendaraan energi baru (NEV) dengan menaikkan jarak wajib uji menjadi 30.000 km agar keselamatan terjaga meski proses pengembangan dipercepat.

Ketegasan regulasi diperkuat oleh insiden kecelakaan fatal yang sempat menjadi sorotan publik, yang memicu pengawasan ketat terhadap baterai, sistem bantuan pengemudi (ADAS), dan fitur keselamatan seperti gagang pintu kendaraan.

Namun, tidak semua pelaku industri menilai percepatan ini sebagai risiko. Ketua merek Voyah dari Dongfeng Motor Corporation, Lu Fang, melihat bahwa selama pengujian wajib tetap dijalankan, kecepatan produksi justru mencerminkan efisiensi.

Di sisi lain, tekanan penurunan penjualan dan kenaikan harga bahan baku membuat produsen mobil China sulit memperlambat laju pengembangan. Ketua Zhejiang Geely Holding Group Co., Li Shufu, menilai permintaan untuk memperlambat produksi tidak realistis karena persaingan yang ketat di pasar.

"Tidak realistis meminta siapa pun untuk melambat. Semua sedang berlomba untuk unggul," ujar Li Shufu dalam wawancara dengan media China CCTV pada Juni lalu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed