Minum Air Lemon Pagi Hari Berisiko Merusak Enamel Gigi
Rutinitas mengonsumsi air lemon atau infused water jeruk di pagi hari makin populer untuk melancarkan pencernaan dan menjaga berat badan. Namun, kebiasaan yang terlihat sehat ini menyimpan dampak negatif bagi kesehatan mulut. Seperti dilansir dari Detik Health, asam sitrat dalam konsumsi harian ini berpotensi mengikis lapisan enamel gigi secara bertahap tanpa disadari.
Asam sitrat pada buah tersebut memiliki tingkat keasaman (pH) sekitar 2-3. Angka keasaman itu berada jauh di bawah ambang batas ketahanan gigi. Mineral pada lapisan pelindung terluar gigi mulai larut saat kondisi pH di dalam mulut turun hingga di bawah 5,5.
Kondisi erosi gigi ini murni dipicu paparan asam yang berulang, bukan disebabkan oleh aktivitas bakteri seperti pada kasus gigi berlubang biasa. Enamel yang sudah terkikis tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri atau tumbuh kembali.
Pengikisan mineral ini akan berlangsung jauh lebih cepat apabila cairan dikonsumsi dalam keadaan hangat atau panas. Suhu tinggi mempercepat Reaksi pengikisan pada permukaan enamel. Proses kerusakan ini berlangsung secara perlahan sehingga sering kali baru terdeteksi setelah kondisinya cukup parah. Penipisan enamel membuat warna kekuningan dari lapisan dentin di bawahnya mulai menerawang.
Kondisi tersebut menyebabkan permukaan gigi tampak kusam, kekuningan, atau berbintik-bintik tidak rata. Selain itu, sensitivitas gigi terhadap makanan serta minuman dingin atau panas akan meningkat secara signifikan.
Meluruskan Klaim Detoksifikasi Tubuh
Banyak anggapan di media sosial menyebutkan bahwa olahan minuman ini mampu mendetoksifikasi atau mengubah tingkat keasaman tubuh menjadi lebih basa. Berdasarkan kajian ilmiah, tubuh manusia sebenarnya telah memiliki sistem detoksifikasi mandiri.
Fungsi ginjal dan paru-paru secara konstan menjaga keseimbangan pH darah tanpa dipengaruhi oleh asupan makanan atau minuman tertentu. Berbagai lembaga kesehatan internasional, termasuk lembaga penelitian kanker di Amerika Serikat, telah membantah klaim efek alkalisasi tersebut.
Langkah Aman Mengonsumsi Infused Water
Risiko erosi tetap dapat diminimalkan tanpa harus menghentikan konsumsi sepenuhnya. Minum menggunakan sedotan sangat disarankan agar cairan asam tidak bersentuhan langsung dengan area gigi depan. Penggunaan air dingin atau suhu ruang jauh lebih aman dibandingkan air hangat.
Hindari pula menyikat gigi secara langsung setelah minum karena kondisi enamel sedang melunak akibat terpapar asam. Proses pembersihan gigi sebaiknya diberi jeda 30 hingga 60 menit, atau cukup membilas mulut dengan berkumur air putih. Mengunyah permen karet bebas gula juga membantu merangsang produksi air liur untuk menetralkan kadar asam.
Konsumsi sebaiknya dihabiskan sekaligus daripada disesap perlahan dalam durasi panjang. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi tetap diperlukan jika timbul rasa ngilu atau perubahan warna pada permukaan gigi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow