Ruben Onsu Peringatkan Giorgio Antonio Terkait Batasan Interaksi dengan Anak

Smallest Font
Largest Font

Presenter Ruben Onsu melayangkan peringatan keras kepada kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio, terkait batasan interaksi dengan anak-anaknya setelah sebuah video siaran langsung promosi produk viral di media sosial pada Kamis (11/6).

Unggahan media sosial tersebut dipicu oleh tayangan live yang menampilkan anak bungsu Ruben Onsu, Thania Putri Onsu, sedang menginjak punggung Giorgio Antonio untuk memijatnya saat mempromosikan kasur, serta adanya ucapan sang anak yang mengindikasikan Gio sebagai ayah mereka.

"Mungkin akan lebih bijaksana jika Anda meluruskan apabila ada perkataan anak saya yang kurang tepat. Saya sangat mengenal anak saya, dan mungkin Anda akan lebih memahami perasaan ini ketika suatu saat memiliki keturunan sendiri," tulis Ruben Onsu di Instagram.

Mantan suami Sarwendah tersebut menegaskan agar kekasih mantan istrinya itu tidak membangun opini di publik seolah-olah anak-anak kehilangan sosok ayah kandung, terutama karena status hubungan mereka yang belum resmi ke jenjang pernikahan.

"Dalam video tersebut, kalian belum menikah. Karena itu, mohon jangan membuat pemahaman atau gambaran seolah-olah figur ayahnya tidak ada," lanjut Ruben Onsu.

Ruben Onsu juga memberikan saran agar pasangan tersebut lebih fokus mematangkan hubungan mereka terlebih dahulu sebelum mengambil peran yang dinilai dapat membingungkan anak-anak.

"Saran saya, fokuslah terlebih dahulu pada hubungan yang resmi dan berkeluarga, sehingga dapat memahami bagaimana rasanya menjadi orang tua, serta tidak lagi bermain peran yang dapat membingungkan anak saya," tulis Ruben Onsu.

Kendati demikian, dirinya menyatakan tidak keberatan untuk membantu berkomunikasi dengan sang anak mengenai panggilan khusus jika pasangan tersebut nantinya sudah resmi menikah.

"Apabila nanti sudah menikah secara resmi dan memang diperlukan bantuan saya untuk menjelaskan kepada anak saya mengenai panggilan yang diinginkan, saya akan membantu dengan ikhlas untuk menjelaskan ke anak saya," tulis Ruben Onsu.

Ia menambahkan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah memastikan lingkungan yang aman dan positif bagi masa depan anak-anaknya, tanpa memedulikan kehidupan pribadi mantan istrinya.

"Terlepas dari siapa Anda dan bagaimana masa lalu Anda, itu bukan urusan saya. Namun, saya berhak menentukan lingkungan yang berada di sekitar anak saya demi masa depannya," lanjut Ruben Onsu.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa hubungan personal antara dirinya dan Sarwendah telah sepenuhnya selesai, namun tanggung jawab sebagai orang tua tetap berjalan bersama.

"Saya juga tidak mempermasalahkan hubungan Anda dengan masa lalu saya karena urusan kami telah selesai. Meski demikian, kami tetap merupakan orang tua dari anak kami," tulis Ruben Onsu.

Pada bagian akhir tulisan, ia meminta dengan tegas agar Giorgio menjaga perilaku dan tutur kata karena seluruh aktivitas siaran langsung di media sosial akan meninggalkan jejak digital bagi anak-anak.

"Oleh karena itu, mohon menjaga sikap dan ucapan terutama ketika berada di sekitar anak-anak. Perilaku yang ditampilkan secara langsung (live) dapat dengan mudah direkam oleh orang lain dan menjadi jejak digital yang akan melekat pada anak kami di kemudian hari," kata Ruben Onsu.

Dirinya juga memastikan tidak akan tinggal diam jika melihat ada hal yang dinilai melanggar batasan atau berpotensi merugikan perkembangan anak-anaknya.

"Saya harap Anda dapat memahami dan mengetahui batasan-batasan yang berkaitan dengan anak. Saya tidak akan tinggal diam jika menyangkut yg berkaitan dengan anak saya," tegas Ruben Onsu.

Peringatan tertulis ini diakhiri dengan permohonan maaf dan harapan agar pesan tersebut dapat dipahami dengan baik oleh pihak Giorgio Antonio.

"Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih atas pengertian dan kesediaannya untuk memahami hal ini," kata Ruben Onsu.

Kondisi ini menambah daftar panjang polemik pasca-perceraian antara Ruben dan Sarwendah yang sebelumnya diramaikan isu nafkah, pembagian waktu bertemu anak, hingga dugaan penghinaan.

Sementara itu, psikolog anak Lita Gading turut memberikan kritik tajam terkait intensitas keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam konten media sosial bersama figur baru yang belum memiliki status hukum tetap.

"Kasihan anak-anaknya kalau terlalu cepat dekat. Nanti kalau ternyata tidak jadi bagaimana?" ujar Lita Gading dalam unggahan video yang dikutip oleh Insertlive.

Lita Gading menilai pelibatan anak demi kepentingan konten siaran langsung penjualan produk berisiko mengganggu kondisi emosional dan kesehatan mental anak.

"Itu namanya mengeksploitasi anak hingga membuat anak nggak nyaman nantinya. Tolong dong berfikir, hanya karena cuan kalian menghalalkan segala cara, apalagi anak kecil, tolonglah," lanjut Lita Gading.

Ia berpendapat bahwa seorang ibu seharusnya memberikan batasan yang jelas demi melindungi privasi serta kondisi psikologis anak dari konsumsi publik.

"Dia sekarang masih bukan siapa-siapanya anak itu. Kita sebagai orang tua harus bisa membatasi mana yang boleh dan tidak dilakukan. Menurut saya ini nggak lazim dan aneh, kok ada seorang ibu melakukan kebebasan seperti itu untuk anaknya," kata Lita Gading.

Atas fenomena tayangan tersebut, ia pun mempertanyakan peran lembaga pengawas perlindungan anak yang dinilai perlu memberikan perhatian khusus pada konten anak artis.

"Mana nih KPAI?, biasanya gercep, ini anak artis loh, apalagi ini di ekspos ke media sosial," kata Lita Gading lagi.

Lita Gading mengklarifikasi bahwa pandangannya murni didasarkan pada keilmuan psikologi anak, bukan sebagai bentuk serangan pribadi kepada pihak tertentu.

"Saya tidak sedang menyerang siapa-siapa. Saya bicara sebagai psikolog anak. Jangan sampai anak menjadi korban dari keputusan orang dewasa," tegas Lita Gading.

Pasca-viralnya video kritik tersebut, ia mengaku mendeteksi adanya pergerakan dari sejumlah akun terorganisasi yang berupaya melaporkan konten edukasinya agar dihapus dari media sosial.

"Banyak yang laporin konten-konten aku mengenai Sarwendah. Saya sudah lacak, ingat ya ingat, kalian para buzzer jangan macam-macam, saya tau sepak terjang kalian seperti apa dan siapa yang membayar kalian," tegas Lita Gading.

Di sisi lain, media sosial juga sempat diramaikan oleh kritik netizen dari laporan Sindonews terkait pemindahan lokasi live streaming Sarwendah dan Giorgio yang kini berpindah dari rumah Ruben ke kantor milik Giorgio Antonio.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed