Ruben Onsu dan Sarwendah Saling Buka Suara Terkait Sengketa Rumah Tangga
Konflik perebutan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kian memanas setelah kedua pihak saling melempar tuduhan mengenai isu perselingkuhan, operasi plastik, hingga perawatan masa lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Perselisihan ini meluas ke ranah publik menyusul persidangan perceraian yang tengah berlangsung. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan rekam jejak kliennya selama 11 tahun pernikahan yang tetap setia mendampingi Ruben saat masa-masa kritis kesehatan.
"Wenda, pernah ada pada saat pernikahannya menjaga merawat suaminya di saat suaminya mengalami kesehatan terendahnya," kata Chris Sam Siwu saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Chris menceritakan bahwa berkat pendampingan penuh dari Sarwendah di rumah sakit, kondisi kesehatan presenter berusia 42 tahun itu dapat kembali stabil hingga bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala.
"Wenda pernah menjaga itu sampai suaminya bisa kembali pulih beraktivitas. Saya tidak bicara apa penyakitnya, saya hanya menyampaikan Wenda sebagai istri tidak meninggalkan suaminya di saat suaminya mengalami kesehatan terendahnya," terang Chris Sam Siwu.
Pihaknya berharap proses hukum berjalan berlandaskan fakta sidang dan memilih tidak mengumbar berkas bukti ke media demi menjaga privasi serta kondisi psikologis anak-anak mereka.
"Artinya dia adalah istri yang baik. Jadi kita mohon ke depan sama-sama mendinginkan, tugas pengacara juga mendinginkan. Kami tidak akan mau lagi menanggapi di luar dari hari ini," tegas Chris Sam Siwu.
Ia menambahkan bahwa tim kuasa hukum memegang berkas bukti yang cukup tebal untuk keperluan pembuktian di pengadilan.
"Kami punya setebal ini bukti-bukti tapi, kami tidak sampaikan di media karena kami menjaga privacy. Kami tidak ingin, anak-anak ini terus menonton pertengkaran orang tuanya," pungkasnya.
Di sisi lain, tuduhan awal mengenai dugaan perselingkuhan Ruben dipicu oleh unggahan Sarwendah di media sosial serta kemunculannya di kanal podcast.
"2017, saya mengetahui adanya perselingkuhan. Saat itu beliau mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan berjanji untuk berubah," tulis Sarwendah di akun @sarwendah29.
Menanggapi klaim tersebut, Ruben Onsu memberikan respons tegas saat melakukan siaran langsung di media sosial. Ruben menyayangkan tindakan mantan istrinya yang mengungkit masalah masa lalu di tengah pembahasan hak asuh anak.
"Bahas selingkuh, selingkuh. Nah kan di TikTok, lo yang dicurigai orang," kata Ruben santai saat siaran live di TikTok.
Ia membantah pernah menegur atau mempermasalahkan kecurigaan publik terhadap Sarwendah sebelumnya.
"Ada gue tegur? Enggak. Gue biasa aja," lanjutnya.
Ruben menekankan bahwa pembicaraan pascacerai seharusnya berfokus penuh pada kepentingan dan waktu berkumpul bersama anak-anak.
"Udah cerai juga, yang dibahas tentang anak," tutur Ruben.
Ia juga menyayangkan pembahasan yang menurutnya bergeser jauh dari topik utama.
"Kemana-mana, lo melebar-lebar," ucapnya lagi.
Mengenai tuduhan pernah meninggalkan rumah, Ruben membeberkan dinamika lain yang terjadi selama pernikahan mereka.
"Lo tiga kali ninggalin rumah," tutur Ruben dengan nada kesal.
Terkait permintaan maafnya di masa lalu, Ruben menjelaskan alasan sikapnya saat itu sebagai wujud tanggung jawab seorang suami.
"Kalau ada yang ngomong, 'Kenapa lo minta maaf?' Ya (suami) wajib untuk mengalah," kata Ruben.
Namun, Ruben menegaskan tidak terima jika sikap mengalahnya di masa lalu kini dijadikan alat penyerangan.
"Ternyata maaf itu jadi senjata dia sekarang. Oh enggak bisa deh, enggak ah," ujar Ruben Onsu.
Selain masalah perselingkuhan, Ruben turut menyinggung keputusan Sarwendah yang menjalani prosedur operasi plastik. Ia mengaku sempat memberikan saran agar mantan istrinya tersebut tidak perlu melakukan perubahan penampilan.
"Jadi dulu bukan tertekan ya ketika lu mau oplas, gua bukan tertekan. Gue mengingatkan, 'enggak usahlah, kamu udah cantik kok'," ujar Ruben dikutip dari Tribun Trends.
Ruben mengklaim bahwa tindakan menasihati tersebut dilakukan demi kebaikan dan bagian dari perhatiannya sebagai suami.
"Jadi ketika dia pada saat sehabis oplas, tiba-tiba gue ngomong ya. Sehabis oplas dia bilang selama ini ditahan-tahan, ya kan kita mengajarkan yang benar," ungkapnya.
Ia juga merasa nasihat mengenai pakaian harian seperti daster merupakan hal wajar dalam hubungan suami istri.
"Dari sebelum gue memilih menjadi muslim, gue kan sudah tahu mana aturan yang baik dan tidak. Gue sebagai suami memberi tahu 'lebih baik tidak usah pakai baju segini, kan gue kasih tahu yang baik'," ucapnya.
Ruben menilai mantan istrinya sulit untuk mendengarkan arahan yang diberikan.
"Ngomong juga berubah-berubah, kadang a, kadang b, kadang c. Dikasih tahu yang baik. Gue bukan melarang, dia pakai daster, dia pakai ini, pakai ini.
Tandanya, hal simple saja artinya laki lu suka bukan berarti melarang-larang. Mana bisa dia dilarang," ucap Ruben Onsu.
Sebelumnya, Sarwendah sempat memberikan penjelasan mengenai alasannya melakukan prosedur medis pada area wajah saat menjadi bintang tamu di program televisi.
"Karena mata panda terlihat sayu dan muka ditambahkan lemak, biar lebih fresh dan lebih awet muda," kata Sarwendah saat menjadi bintang tamu di acara Rumpi TRANS TV pada Selasa (2/7/2024).
Ia menerangkan detail tindakan medis berupa pemindahan lemak tubuh ke area bawah mata untuk menghilangkan kesan cekung.
"Kan bawah mata aku tuh celong terus kayak mata panda hitam banget, jadi kalau misalnya aku syuting atau apapun mau di cover pakai make up pun namanya tekstur celong itu enggak bisa hilang." kata Sarwendah.
Sarwendah menjelaskan pertimbangannya memilih prosedur pemindahan lemak ketimbang penggunaan filler biasa.
"Terus aku udah tanya dokter juga kalau pakai non-surgery (enggak operasi) gimana, katanya di filler bisa, tapi kalau filler itu kan juga kalau di bawah mata belum tentu bagus karena tipikal kulitnya kalau tipis juga kelihatannya jendol-jendol," lanjutnya.
Prosedur tersebut dipilih karena dinilai memiliki ketahanan hasil yang lebih panjang.
"Jadi enggak filler, akhirnya aku pilih pindahin lemak dari badan aku (ambil dari lemak paha)," katanya.
Ia menambahkan bahwa ketahanan lemak dipengaruhi oleh pola konsumsi harian dan program diet.
"Kalau lemak lebih lama tahannya bisa sampai 3 atau 4 tahun gitu, karena kan posisinya kalau misalnya kita diet lagi ya lemaknya akan hilang gitu, makanya kata dokternya enggak boleh diet," ungkap Sarwendah.
Selain pemindahan lemak, tindakan perbaikan juga dilakukan pada lipatan kelopak mata.
"Lipatan mataku juga, karena udah mulai berumur jadi itu banyak garis kerut-kerut sama kulitnya udah turun kan, jadi sekalian dikoreksi, mestinya dijahit sama dokternya, dikencengin gitu," pungkasnya.
Sementara itu, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa tuduhan perselingkuhan yang dimunculkan di media sosial tidak pernah terbukti secara hukum dan berpotensi mengalihkan fokus sengketa hak asuh anak.
"Jadi begini sekali lagi jangan dialihkan. Perselingkuhan itu kalaupun memang misalnya ada, sekali lagi jangan dipelintir, faktanya kan tidak pernah dibuktikan ya. Tapi kita anggap aja kita percaya dengan apa yang disampaikan. Ini kan sudah masa lalu, ini kan sudah selesai," kata Minola Sebayang dikutip dari Youtube Intens Investigasi.
Minola menilai pengungkapan hal-hal masa lalu tidak lagi relevan karena status perkawinan kedua belah pihak telah resmi berakhir berdasarkan putusan pengadilan.
"Dengan keluarnya putusan perceraian ini sudah selesai. Tidaklah tepat lagi jika hal ini dibawa di dalam momentum hari ini yang mereka sudah nggak punya hubungan apa-apa lagi. Kecuali memang ya masih sayang, nggak tahu saya ya," ujar Minola Sebayang.
Ia meminta agar semua pihak menghentikan polemik di media massa dan berfokus pada upaya bersama dalam membesarkan anak-anak.
"Sekarang, marilah fokus kita itu kepada bagaimana cara untuk membesarkan anak bersama-sama, kan itu konteksnya. Jadi jangan dilarikan ke sana dilarikan ke mari terus ya upaya-upaya untuk membuat Ruben didiskualifikasi," ucapnya.
Minola mengimbau agar seluruh proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dilalui secara tertib tanpa penggiringan opini publik.
"Mari kita masuk ke saat tenang saat teduh, menghormati proses hukum yang sedang berjalan ya kita fair berpikir bagaimana, caranya agar proses itu bisa menghasilkan suatu putusan yang sesuai dengan aturan hukum demi kepentingan hukum yang terbaik bagi para pihak," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow