Ruben Onsu dan Sarwendah Berselisih Soal Syarat Tes Kesehatan Anak

Smallest Font
Largest Font

Perselisihan mengenai hak asuh dan akses bertemu anak antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas akibat kemunculan persyaratan tes kesehatan mendadak yang dipersoalkan kedua belah pihak, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Persyaratan pemeriksaan medis tersebut menuai keberatan dari pihak Ruben Onsu karena aturan itu tidak pernah disepakati dalam perjanjian tertulis pascabercerai pada tahun 2024 lalu.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa kesepakatan awal tidak pernah memberlakukan batasan atau syarat medis tertentu bagi kliennya untuk menemui buah hatinya.

"Dalam Akta 39, berkaitan dengan masalah bertemu anak itu tidak ada syarat. Anak-anak bisa berkumpul bersama ayahnya dua hingga tiga hari dalam seminggu tanpa syarat," kata Minola di Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Minola menyebutkan bahwa agenda pertemuan Ruben bersama anak-anaknya selalu berjalan lancar selama dua tahun terakhir tanpa kendala. Pihaknya mempertanyakan kemunculan aturan anyar tersebut dan mengonfirmasi bahwa Ruben telah melakukan tes mandiri dengan hasil non-reaktif.

"Kita sudah buktikan hasil tes kesehatan Ruben non-reaktif, dan Sarwendah juga buktikan hasilnya non-reaktif. Jadi kalau non-reaktif ketemu dengan non-reaktif, masalahnya di mana?" tegas Minola.

Di sisi lain, pihak Sarwendah menyampaikan pertimbangan keselamatan dan perlindungan anak sebagai alasan utama di balik pengajuan syarat pemeriksaan medis tersebut.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan bahwa tindakan ini murni diambil sebagai bentuk kewajiban orang tua dalam menjaga kesehatan buah hati sesuai amanat undang-undang.

"Klien kami tidak tahu lagi situasinya, apakah minum obatnya lancar atau tidak. Ini bentuk kekhawatiran yang wajar dari seorang ibu," ujar Chris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Chris turut menunjukkan dokumen laboratorium milik Sarwendah yang mengonfirmasi hasil non-reaktif. Ia membantah tuduhan tidak jujur dan menegaskan bahwa kondisi kesehatan sengaja tidak dicantumkan dalam akta demi menjaga kerahasiaan informasi medis.

"Niat klien kami bagus untuk menjaga kerahasiaan, tetapi justru diputarbalikkan seakan-akan tidak jujur dari awal. Soal detail medisnya, nanti akan kita buktikan di persidangan melalui keterangan dokter," tutup Chris.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed