Rumah Termahal di Inggris Dibiarkan Kosong dan Ditinggali Gelandangan
Di kawasan paling eksklusif Inggris, rumah mewah bernama 2-8A Rutland Gate di Knightsbridge menjadi hunian termahal di Inggris dengan harga pembelian mencapai 210 juta pound sterling atau sekitar Rp 5 triliun.
Bangunan megah ini memiliki 45 kamar tidur, empat lift yang terhubung dari lantai satu hingga lima, serta kolam renang indoor yang luas, sehingga lebih mirip istana daripada rumah biasa di tengah kota.
Berdasarkan catatan sejarah, rumah ini awalnya bergaya Palladian dan dibangun pada abad ke-19. Renovasi besar dilakukan pada 1980-an oleh miliarder Lebanon sekaligus calon perdana menteri saat itu, Rafik Hariri, yang juga membeli lahan kosong di sebelahnya untuk memperluas hunian tersebut.
Gaya arsitektur rumah ini berubah menjadi Neoklasik dengan atap model Mansard yang khas era Victoria. Meski fasad dirombak, perabotan antik seperti lampu gantung kaca Murano dan perabot berlapis emas tetap dipertahankan.
Namun, Hariri tidak sempat menikmati rumah itu karena meninggal akibat ledakan bom truk di Beirut pada 2005. Setelah beberapa bulan kosong, hunian ini kemudian diwariskan kepada Sultan bin Abdul Aziz dari Arab Saudi yang menempati rumah tersebut hingga wafat pada 2011.
Setelah itu, rumah kembali kosong dan tidak terurus selama bertahun-tahun hingga perabotan mewahnya dilelang pada 2015.
Pada 2020, rumah ini dibeli oleh perusahaan offshore di British Virgin Islands yang kemudian diketahui milik Hui Ka Yan, pendiri Evergrande asal China. Namun, rumah tidak dapat disita oleh pihak likuidator karena atas nama mantan istrinya yang berpaspor Kanada dan asetnya dibekukan.
Saat ini, rumah termahal di Inggris tersebut masih kosong dan terbengkalai selama tiga tahun terakhir. Seorang gelandangan bernama Andres Fernstedt dari Swedia tinggal di teras depan rumah dengan mendirikan tenda dari payung dan menyimpan barang-barangnya di pagar depan.
Fernstedt mengaku tidak mengetahui latar belakang bangunan tersebut dan hanya memanfaatkan kondisi rumah yang kosong untuk berteduh. Ia juga tidak diberi akses masuk ke dalam rumah sehingga harus mencari tempat lain untuk mandi dan buang air kecil.
"Tidak akan pernah terbayangkan tinggal di jalanan. Ini bukanlah diriku yang sebenarnya," kata Fernstedt kepada The Guardian.
Hingga kini, hunian megah tersebut masih dibiarkan kosong tanpa penghuni resmi, sementara Fernstedt tetap tinggal di area teras depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow