Rupiah Pagi Bangkit ke Level Rp17.983 per Dolar AS Usai Sempat Tertekan

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat ke level Rp17.983 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/7/2026) pagi pukul 09.05 WIB. Mata uang garuda berhasil bangkit dan menguat tipis setelah pada perdagangan hari sebelumnya sempat tertekan hingga menembus level psikologis baru di atas Rp18.000.

Berdasarkan data pasar spot yang dihimpun Kompas, penguatan pagi ini mencatatkan kenaikan sebesar 12 poin atau tumbuh 0,07 persen bagi rupiah dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan sehari sebelumnya. Saat pembukaan perdagangan jam 08.00 WIB, rupiah sebenarnya sempat dibuka melemah tipis 0,06 persen ke posisi Rp17.996 per dolar AS menurut laporan Kontan, sebelum akhirnya langsung bergerak membalikkan keadaan ke zona hijau.

Rupiah Kian Tertekan Dekati Rp18.000 per Dolar AS BI Turun Tangan Beberkan Penyebab Utama | METRO TV

Konteks Pergerakan Kurs dan Data Historis Perbandingan

Pemulihan yang terjadi pada hari Selasa ini menjadi angin segar setelah tekanan hebat melanda pasar keuangan domestik pada awal pekan. Menoleh pada perdagangan Senin (6/7/2026), mata uang rupiah terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan sejak awal pembukaan pasar.

Analisis Doo Financial Futures mencatat bahwa pada Senin pagi pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka merosot 0,18 persen menuju level Rp17.995 per dolar AS. Tekanan tersebut tidak berhenti di situ karena sore harinya nilai tukar rupiah terus terpuruk akibat sentimen global.

Laporan dari Bloomberg Technoz menunjukkan perdagangan hari Senin siang pukul 13.55 WIB mencatatkan depresiasi rupiah sebesar 0,28 persen dari penutupan akhir pekan sebelumnya, yang membuat kurs spot melesat hingga menembus Rp18.005 per dolar AS. Pada saat yang sama, kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) untuk tenor satu bulan bahkan sudah bertengger di level Rp18.043 per dolar AS.

Berikut adalah tabel ringkasan perbandingan data pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama dua hari perdagangan terakhir:

Daftar Pergerakan Nilai Tukar Rupiah per Dolar AS (Juli 2026)
Hari, TanggalWaktu Pemantauan (WIB)Posisi Kurs Spot (per Dolar AS)Persentase Perubahan / Keterangan
Senin, 6 Juli 202609.05 WIBRp17.995Melemah 0,18% (Pembukaan)
Senin, 6 Juli 202613.55 WIBRp18.005Melemah 0,28% (Penutupan/Siang)
Selasa, 7 Juli 202609.00 WIBRp17.996Melemah tipis 0,06% (Pembukaan)
Selasa, 7 Juli 202609.05 WIBRp17.983Menguat 0,07% (Berjalan pagi)

Faktor Pemicu Pelemahan Indeks Dolar AS

Keberhasilan rupiah untuk bangkit dari level Rp18.000 tidak terlepas dari terkoreksinya performa greenback di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) yang menjadi acuan kekuatan mata uang berstatus safe haven tersebut dilaporkan melandai tipis pagi ini.

Menurut data yang dikutip dari Investor ID, posisi dolar AS terpantau melemah sebesar 0,04 persen dan berada di level 101,815 pada Selasa pagi pukul 09.05 WIB. Kompas juga melansir bahwa indeks DXY kini berada di area 100,82, atau mengalami penurunan dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang bertengger kuat di level 100,85.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada hari Senin siang. Saat rupiah tertekan di atas Rp18.000, Dollar Index justru sedang mengalami penguatan sebesar 0,17 persen menuju level 101,033 pada pukul 13.40 WIB, yang memicu pengetatan likuiditas valuta asing di pasar regional Asia.

Sebelum mengalami rebound kolektif pada hari Selasa, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau kompak melemah bersama rupiah sepanjang perdagangan hari Senin akibat keperkasaan dolar AS. Tekanan eksternal ini merata di hampir seluruh negara mitra dagang utama.

Berdasarkan data kompilasi pasar keuangan pada Senin siang, berikut adalah daftar performa mata uang Asia yang mengalami depresiasi bersama:

  • Yen Jepang turun 0,30 persen pada pagi hari dan merosot hingga 0,55 persen pada siang hari.
  • Dolar Taiwan melemah 0,28 persen dan anjlok menjadi 0,53 persen di siang hari.
  • Won Korea mengalami penurunan sebesar 0,25 persen hingga 0,29 persen.
  • Baht Thailand merosot dari posisi 0,07 persen menjadi 0,54 persen pada tengah hari.
  • Peso Filipina terpantau melemah di kisaran 0,17 persen hingga 0,13 persen.
  • Yuan China mengalami depresiasi dari 0,10 persen ke level 0,15 persen.
  • Dolar Singapura turun antara 0,06 persen hingga 0,22 persen, sementara Ringgit Malaysia melemah dari 0,04 persen menjadi 0,40 persen.

Di sisi lain, Rupee India sempat mencatatkan penguatan sebesar 0,18 persen pada Senin pagi, walaupun akhirnya berbalik melemah sebesar 0,35 persen pada siang harinya. Sementara itu, pergerakan mata uang Dolar Hong Kong terpantau bergerak stagnan di tengah volatilitas regional tersebut.

Harga dan nilai tukar valuta asing dapat berfluktuasi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global dan domestik. Bertransaksilah dengan bijak dan selalu pantau informasi kurs resmi dari otoritas perbankan atau Pemerintah sebelum melakukan penukaran.

Fluktuasi nilai tukar ini terus mendapat pengawalan ketat di pasar domestik, di mana para pelaku pasar dan perbankan nasional seperti Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI terus melakukan penyesuaian harga jual dan beli dolar AS seiring dinamika yang terjadi hingga pemulihan pagi ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed