Rupiah Melemah ke Rp18.124 per Dolar AS pada Selasa Pagi Ini 14 Juli 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah tipis sebesar 15 poin atau 0,08 persen ke level Rp18.124 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot exchange Selasa pagi, 14 Juli 2026 pukul 09.05 WIB. Pelemahan mata uang garuda ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya di tengah fluktuasi pasar keuangan global.
"Informasi ini bukan saran investasi atau acuan mutlak untuk transaksi valuta asing. Konsultasikan dengan penasihat keuangan atau periksa langsung ke bank terkait sebelum melakukan transaksi."
Berdasarkan data Bloomberg yang dihimpun pada Selasa (14/7/2026), pergerakan rupiah ini berada di zona merah setelah pada awal pekan sempat berfluktuasi di kisaran angka Rp18.090-an. Pelemahan rupiah ini juga terjadi secara beriringan dengan depresiasi yang dialami oleh sejumlah mata uang utama di kawasan Asia lainnya terhadap dolar AS.
Pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi ini sebesar 0,08 persen melengkapi fluktuasi harian yang terjadi sejak Senin kemarin. Menurut analisis Doo Financial Futures, pergerakan harian nilai tukar rupiah diperkirakan akan terus bergerak dinamis pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.
Perbandingan Data Kurs Sejak Awal Pekan
Pada sesi perdagangan sehari sebelumnya, yakni Senin, 13 Juli 2026, nilai tukar rupiah sempat berada di posisi Rp18.091 per dolar AS pada pukul 09.27 WIB. Namun, tekanan dari mata uang Negeri Paman Sam terus membayangi perdagangan valuta asing sepanjang hari hingga pembukaan pasar hari ini.
Kondisi Penutupan Akhir Pekan Sebelumnya
Jika ditarik lebih jauh ke belakang, posisi nilai tukar rupiah berdasarkan data referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR Bank Indonesia pada penutupan akhir pekan lalu berada di level Rp18.069 per dolar AS. Hal ini menunjukkan adanya tren pelemahan yang konsisten sejak pasar dibuka kembali di awal pekan ini.
Kinerja Pasar Keuangan dan Perbandingan Regional
Tidak hanya mata uang rupiah yang mengalami tekanan dari keperkasaan dolar AS pada periode tengah Juli 2026 ini. Tekanan serupa juga dirasakan oleh sebagian besar mata uang negara tetangga di kawasan Asia akibat sentimen pasar global yang menaruh minat tinggi pada aset berdenominasi dolar AS.
Depresiasi Mata Uang Asia Lainnya
Data pasar keuangan menunjukkan bahwa beberapa mata uang utama di Asia juga mengalami pelemahan yang cukup signifikan terhadap dolar AS pada awal pekan ini. Berikut adalah rincian tingkat depresiasi mata uang regional terhadap greenback:
- Won Korea terdepresiasi paling dalam yaitu sebesar 0,39 persen.
- Yen Jepang mengalami pelemahan sebesar 0,23 persen.
- Baht Thailand juga melemah di angka 0,23 persen terhadap dolar AS.
Pergerakan Indeks Saham Gabungan
Di sisi lain, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Senin kemarin justru sempat mencatatkan performa positif. IHSG terpantau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,11 persen menuju level 5.930,85 pada pukul 09.27 WIB, menunjukkan adanya ketahanan minor di pasar modal domestik di tengah pelemahan nilai tukar.
Tabel Perbandingan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Untuk memberikan gambaran pergerakan yang lebih komprehensif dari pergerakan nilai tukar mata uang garuda ini, berikut adalah rangkuman data historis kurs rupiah terhadap dolar AS selama beberapa hari terakhir:
| Hari dan Tanggal | Waktu Pemantauan (WIB) | Nilai Tukar per Dolar AS | Persentase Perubahan |
|---|---|---|---|
| Senin, 13 Juli 2026 | 09.27 WIB | Rp18.091 | Melemah 0,33% |
| Selasa, 14 Juli 2026 | 09.05 WIB | Rp18.124 | Melemah 0,08% (15 poin) |
| Penutupan Pekan Lalu | Akhir Pekan (JISDOR) | Rp18.069 | – |
Masyarakat maupun pelaku usaha yang kerap melakukan transaksi valuta asing di perbankan nasional seperti BCA diimbau untuk selalu memantau perkembangan kurs e-rate, bank notes, maupun TT counter secara berkala melalui saluran resmi perbankan guna mendapatkan angka riil saat bertransaksi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow