Rupiah Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS pada 31 Agustus 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tertekan 57 poin atau 0,32 persen ke level Rp17.750 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (31/8/2026). Pergerakan ini merosot dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.693 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong menyatakan dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta pada Senin (31/8/2026) bahwa sentiment negatif yang menekan mata uang garuda berasal dari pernyataan bernada ketat atau hawkish dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
"Warsh mengatakan bahwa The Fed 'harus bertindak lebih lanjut' jika diperlukan agar inflasi bisa bergerak turun menuju tingkat 2 persen," ucap Lukman Leong, Analis Doo Financial.
Dalam Simposium Ekonomi Jackson Hole sebagaimana dilaporkan Anadolu, Warsh menyampaikan evaluasinya terkait kondisi ekonomi global. Ia menyoroti kestabilan pasar tenaga kerja dan output ekonomi yang solid, meski tingkat inflasi masih berada di atas ambang batas aman.
Indikator acuan inflasi The Fed berada di angka 3,7 persen dalam 12 bulan terakhir. Pada periode enam bulanan, angkanya bahkan menembus 4,1 persen, yang membuat para pembuat kebijakan terus memantau pergerakan inflasi inti agar dapat melaju sesuai target.
Selain sentimen moneter AS, eskalasi konflik di Asia Barat turut memicu ketidakpastian pasar. Pasukan militer AS dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap dua peluncur rudal milik Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026) guna mengamankan Selat Hormuz.
Aksi militer tersebut direspons oleh pihak Iran. Menurut laporan Sputnik, angkatan bersenjata Iran dikabarkan membalas dengan menghantam sejumlah posisi militer AS yang bertempat di Yordania.
Kombinasi antara sinyal suku bunga tinggi di AS serta memanasnya pertempuran geopolitik diperkirakan membuat pergerakan rupiah berada di rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow