RUPST PLN Rombak Direksi dan Angkat Yusuf Didi Jadi Wadirut

Smallest Font
Largest Font

PT PLN (Persero) merombak jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar di Kantor Badan Pengaturan BUMN, Jakarta, pada Kamis malam untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

Langkah ini menetapkan penambahan posisi baru yaitu Wakil Direktur Utama, sementara jabatan Direktur Utama tetap dipegang oleh Darmawan Prasodjo. Perubahan pengurus dilakukan menyusul penurunan laba bersih PLN Tahun Buku 2025 sebesar 65,8 persen menjadi Rp7,26 triliun dari tahun sebelumnya.

Komisaris PLN Andi Arief mengonfirmasi jalannya rapat pemegang saham tersebut serta memastikan posisi kepemimpinan tertinggi di perseroan tidak mengalami pergantian.

"Tidak ada pergantian Dirut," ujar Andi Arief, Komisaris PLN.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jabatan Wakil Direktur Utama kini diisi oleh Yusuf Didi Setiarto yang sebelumnya menjabat Direktur Legal dan Manajemen Human Capital. Posisi lamanya tersebut sekarang diserahkan kepada Nurlely Aman.

Pergeseran juga menyasar jabatan Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem dari Edwin Nugraha Putra kepada Daniel Karmel Fernando. Edwin kemudian mengemban tugas baru pada posisi Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan.

Komisaris PLN Bambang Eko Suhariyanto menjelaskan lebih detail mengenai rotasi sejumlah direktur pada bidang-bidang strategis perseroan.

“Direktur Utama tetap Darmawan Prasodjo. Ada penambahan jabatan Wakil Direktur Utama yang diisi Pak Yusuf Didi Setiarto. Selain itu juga terdapat beberapa perubahan pada jajaran direksi dan nomenklatur baru,” ujar Bambang Eko Suhariyanto, Komisaris PLN.

Selain itu, Rakhmad Dewanto ditunjuk menggantikan Hartanto Wibowo sebagai Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis. Pergantian lain terjadi pada posisi Direktur Retail dan Niaga yang kini dijabat Fahrur Rozy, Direktur Keuangan oleh Sulistyo Biantoro, serta Direktur Manajemen Risiko oleh Denny Triyanto.

Manajemen PLN menyampaikan apresiasi tinggi terhadap jajaran direksi lama serta menyambut hangat pejabat baru yang akan memimpin transformasi energi nasional.

"Segenap insan PLN menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Direksi yang telah mengakhiri masa tugasnya atas dedikasi, kontribusi, serta pengabdian yang diberikan dalam mendorong transformasi perusahaan, memperkuat kinerja korporasi, meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, dan mendukung agenda transisi energi nasional," tutur Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN.

Pihak perseroan meyakini kompetensi kepemimpinan baru ini mampu menjawab tantangan ketenagalistrikan yang dinamis.

"PLN juga mengucapkan selamat kepada seluruh Direksi yang mendapatkan amanah baru. Perseroan meyakini bahwa pengalaman, kompetensi, dan kepemimpinan yang dimiliki akan semakin memperkuat langkah PLN dalam menjalankan mandat penyediaan tenaga listrik yang andal, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," ujarnya.

Sebelum rapat terlaksana, wacana pergantian pengurus sempat beredar di lingkungan pemerintahan dan sempat mendapat respons dari para pejabat terkait.

"Rencananya (rapat segera digelar). Saya baru saja keluar nih, nanti, entar kita cek," ujar Rosan Roeslani, CEO Danantara.

Saat ditanya mengenai potensi pergantian Darmawan Prasodjo dari kursi nomor satu PLN, Rosan enggan berkomentar banyak.

"Haduh," ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan koordinasi yang terus berjalan dengan pihak manajemen korporasi.

"Tadi saya rapat dengan PLN tadi pagi," kata Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian.

Isu mengenai perombakan direksi sebenarnya telah berembus sejak beberapa pekan sebelumnya, namun sempat ditepis oleh manajemen Badan Pengaturan BUMN.

"Berita itu ya (pergantian direksi)? RUPS-nya belum," ujar Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Dony kala itu menyatakan jadwal pelaksanaan rapat masih cukup lama dan meminta publik tidak mempercayai informasi yang belum resmi.

"Belum tahu, belum tahu. Hoaks, kali. Kan kalau mau RUPS suka banyak hoaks," ucap dia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed