Saham SAP Anjlok 4 Persen Akibat Tekanan Sentimen Makroekonomi

Smallest Font
Largest Font

Saham SAP SE (SAP) mengalami penurunan tajam sebesar 3,64 hingga 4,0 persen pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, waktu setempat, hingga mendekati titik terendah dalam 52 minggu terakhir akibat pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.

Koreksi ini dipicu oleh proyeksi ekonomi terbaru Bank Sentral AS di bawah Ketua Kevin Warsh yang mengisyaratkan potensi kenaikan suku bunga lanjutan pada akhir tahun 2026. Tekanan makroekonomi tersebut langsung berdampak negatif pada penilaian saham-saham sektor teknologi dan pertumbuhan yang memiliki kelipatan tinggi.

Selain sentimen global, penurunan nilai saham juga didorong oleh kekhawatiran investor terhadap profitabilitas perusahaan menyusul rencana belanja modal masif kompetitornya, Oracle, sebesar 95 miliar dolar AS untuk tahun fiskal 2027. Persaingan ketat dalam meningkatkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) ini berpotensi menggerus margin keuntungan di seluruh industri perangkat lunak perusahaan.

Analis Goldman Sachs bahkan telah memangkas perkiraan margin kotor SAP untuk paruh kedua tahun ini akibat lonjakan biaya perangkat keras dan infrastruktur cloud. Di sisi lain, SAP baru saja meresmikan pusat data baru di Mumbai untuk memperkuat platform SAP Business Network Commerce Automation di Asia dan mematuhi regulasi data lokal dari Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (MeitY).

Manajemen SAP memproyeksikan pusat data di Mumbai tersebut sebagai fondasi penting bagi visi perusahaan dalam mengembangkan sistem operasi mandiri berbasis AI bernama Joule yang ditargetkan menambah fungsi koordinasi rantai pasok pada akhir tahun 2026. Meskipun dihadapkan pada volatilitas jangka pendek, CEO SAP Christian Klein mengonfirmasi target pendapatan cloud tahun 2026 tetap berada di angka 25,8 miliar hingga 26,2 billion euro.

Di tengah pergeseran strategi platform ini, Nvidia CEO Jensen Huang memberikan pandangan positif mengenai masa depan industri perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan pada konferensi Computex di Taipei.

"This is actually an incredibly exciting time to be a software company", kata Jensen Huang, Nvidia CEO.

Meskipun kinerja operasional kuartal pertama mencatatkan kenaikan pendapatan cloud sebesar 27 persen menjadi 5,96 miliar euro, investor tetap bersikap hati-hati karena adanya perlambatan konversi sistem lama ke komputasi awan. CEO Christian Klein tetap menegaskan keunggulan kompetitif perusahaan yang mampu mengintegrasikan AI dengan keamanan data yang kuat.

"SAP is regaining market share thanks to artificial intelligence." ujar Christian Klein, CEO SAP.

Saat ini saham SAP diperdagangkan di posisi 158,79 dolar AS atau setara 141,52 euro, yang menurut indikator GF Value berada 37,3 persen di bawah estimasi nilai intrinsiknya sebesar 253,15 dolar AS. Setelah penurunan berkala ini, pergerakan nilai investasi selanjutnya akan bergantung pada laporan keuangan kuartal kedua yang dijadwalkan rilis pada 23 Juli mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed