Saham UNIC Sentuh Level 15.375 Jelang Pembayaran Dividen Jumbo

Smallest Font
Largest Font

Harga saham PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) melonjak 1,65 persen ke level 15.375 per lembar dalam perdagangan pada Selasa, 26 Mei 2026, tepat pada hari batas akhir pembelian saham berhak dividen atau cum date di pasar reguler dan negosiasi.

Kenaikan harga sebesar 250 poin tersebut terjadi di tengah kondisi perdagangan saham perseroan yang masih tergolong sepi di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data pasar, nilai transaksi emiten produsen tunggal Alkylbenzene ini hanya mencapai Rp1,01 miliar dengan volume perdagangan sebesar 662 lot yang berpindah tangan sebanyak 200 kali transaksi.

Aktivitas perdagangan yang tipis ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pergerakan saham lapis dua lainnya di pasar reguler. Walau demikian, pergerakan harga UNIC mencatat akumulasi penguatan sekitar 20 persen dalam empat hari perdagangan terakhir sejak 20 Mei 2026, setelah sempat berada di level 12.800.

Data historis pasar menunjukkan bahwa lonjakan harga saham UNIC tidak ditopang oleh pergerakan modal asing, melainkan diwarnai aksi jual bersih oleh investor luar negeri. Dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir, nilai penjualan bersih investor asing di saham ini sudah menembus angka Rp256,59 juta.

Tekanan jual dari investor asing tercatat berturut-turut pada 21 Mei sebesar Rp43,30 juta, kemudian berlanjut pada 22 Mei senilai Rp103,63 juta, dan mencapai Rp130,35 juta pada 25 Mei 2026. Sebaliknya, aliran modal masuk asing hanya terjadi pada 19 Mei sebesar Rp2,61 juta dan pada 20 Mei senilai Rp18,08 juta.

Berdasarkan rangkuman data broker pada 25 Mei 2026, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) bertindak sebagai pembeli terbesar dengan nilai Rp175,4 juta pada harga rata-rata 15.200. Sementara itu, posisi penjual terbesar ditempati oleh CGS International Sekuritas Indonesia (YU) dengan nilai Rp124 juta pada harga rata-rata 15.126, disusul broker DR yang melepas saham senilai Rp95,1 juta.

Secara teknikal, pergerakan saham UNIC masih berada dalam kategori tren beli yang kuat karena posisi harga saat ini berada jauh di atas garis Moving Average lima hari di level 11.930, MA10 di 10.390, dan MA20 di 9.165. Namun, indikator momentum Relative Strength Index yang berada di angka 81,95 dan Stochastic RSI di posisi 100 mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham sudah masuk ke dalam area jenuh beli.

Pergerakan harga saham UNIC setelah melewati masa cum date berpotensi menguji area support di kisaran 14.000 hingga 13.866 jika muncul tekanan aksi ambil untung dari para pelaku pasar. Pembayaran dividen final untuk tahun buku 2025 dengan nilai total sebesar Rp554,68 miliar atau Rp1.447 per saham ini dijadwalkan akan ditransfer kepada para pemegang saham pada 9 Juni 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed