Sawi Putih China Mengandung Formalin Singapura Dan Korsel Perketat Impor

Smallest Font
Largest Font

Otoritas keamanan pangan di Singapura dan Korea Selatan resmi memperketat pengawasan serta inspeksi terhadap impor sawi putih asal China menyusul terungkapnya praktik penggunaan larutan formaldehida atau formalin ilegal pada proses pascapanen di Provinsi Hebei.

Skandal ini berawal dari penelusuran seorang vlogger lingkungan China dengan nama akun Qige atau Yu Lie Qi Ge di platform Douyin pada pertengahan Agustus. Rekaman video memperlihatkan para pekerja di Kabupaten Kangbao merendam sawi putih ke dalam cairan kimia sebelum dikirimkan ke pasar-pasar di wilayah selatan China.

Penggunaan formaldehida—bahan kimia karsinogenik pengawet sampel biologis—dilarang keras untuk produk pangan berdasarkan hukum China. Pemerintah setempat mengonfirmasi terjadinya praktik ilegal tersebut pada 22 Agustus dan memperluas pemeriksaan ke seluruh rantai distribusi nasional.

Menanggapi kabar yang meresahkan konsumen Asia tersebut, Badan Pangan Singapura (SFA) mengambil tindakan tegas untuk memastikan keamanan pasokan sayur impor di negaranya.

"Pemeriksaan dan pengujian tambahan diterapkan sebagai bagian dari sistem pengawasan keamanan pangan Singapura," kata Singapore Food Agency (SFA).

SFA menegaskan bahwa pemantauan ketat akan terus berlangsung guna mencegah masuknya komoditas tercemar ke pasar lokal.

"Pihaknya terus memantau situasi dengan saksama serta meningkatkan pengujian sebagai bagian dari program pemantauan keamanan pangan," kata SFA.

Langkah pengamanan intensif juga diambil oleh Pemerintah Korea Selatan mengingat 99,9 persen impor kimchi negara tersebut berasal dari pemasok China, dengan total pengiriman mencapai 336.221 ton.

" Seoul akan terus melakukan inspeksi rutin, tidak hanya untuk formaldehida tetapi juga untuk logam berat, pewarna buatan, dan zat beracun lainnya untuk menjamin keamanan pangan," kata Oh Se Hoon, Wali Kota Seoul.

Meskipun demikian, Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan mengumumkan bahwa pengujian laboratorium awal menunjukkan hasil negatif pada seluruh sampel pasar yang diperiksa.

Pihak kepolisian China dilaporkan telah menahan tiga orang tersangka yang terlibat dalam praktik pengawetan berbahaya di Kabupaten Kangbao. Sementara itu, wilayah Taiwan memastikan pasokannya aman karena impor sawi putih secara langsung dari China telah lama dilarang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed