Sekjen Parpol Koalisi Prabowo-Gibran Gelar Pertemuan di Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah sekretaris jenderal partai politik pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan di Jakarta pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi politik dan silaturahmi menjelang Sidang Tahunan MPR 2026 serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di rumah dinas Menteri Luar Negeri sekaligus Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, di kompleks Widya Chandra itu dihadiri oleh sekjen partai-partai koalisi Indonesia Maju. Hadir antara lain dari Partai Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PAN, PKS, NasDem, PSI, Gelora, serta partai-partai nonparlemen seperti PBB, Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur.

Sugiono menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi dan refleksi perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi politik untuk mengawal kepemimpinan dan menghadapi agenda pemerintahan seperti RAPBN 2027.

"Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka," ujar Sugiono, Sekjen Partai Gerindra.

Menurut Sugiono, semangat persatuan dan kerja bersama menjadi pesan penting dalam momentum kemerdekaan RI. Ia menilai banyak persoalan bangsa yang telah berlangsung lama dan membutuhkan kesinambungan kebijakan serta dukungan berbagai elemen.

"Ada masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, memperbaikinya juga membutuhkan waktu, kesinambungan, dan kerja bersama," ujar Sugiono.

Wasekjen PDIP Utut Adianto, yang tidak hadir dalam pertemuan, menanggapi kegiatan itu sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar antarpartai pendukung pemerintahan. Ia menilai pertemuan menunjukkan kesatuan visi antarparpol, terutama dalam menghadapi penyampaian RAPBN 2027 dan nota keuangan di DPR.

"Kalau saya nggak bisa berkomentar, karena ini yang harusnya nanyanya ke Pak Hasto. Tetapi, kalau saya melihat, orang bertemu itu bagian dari part of the game kan, wajar... wajar," kata Utut Adianto.

"Mereka bersatu, mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan," tambahnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed