Sindikat Penipu Internasional Jadikan Forest City Malaysia Markas Ilegal
Kepolisian Malaysia membongkar dua sindikat penipuan kripto internasional yang menjadikan proyek megah Forest City di Malaysia sebagai markas operasi pada pertengahan Juli lalu, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Operasi penggerebekan di kompleks apartemen sepi tersebut berlanjut dengan penangkapan sebanyak 335 orang dari 32 lokasi berbeda. Para pelaku menjalankan penipuan investasi hingga penipuan percintaan yang menyasar korban di luar negeri.
Kawasan megah yang dikembangkan oleh pengembang asal China ini kini nyaris terhenti pembangunannya. Meskipun lampu-lampu di gedung pencakar langit tetap menyala, sebagian besar unit apartemen tidak memiliki penghuni, sehingga kondisi sepi ini dimanfaatkan sindikat kejahatan.
Analis TRM Labs, John Wojcik, menilai kondisi proyek mangkrak seperti ini sangat diminati oleh jaringan kejahatan terorganisir karena menyediakan fasilitas modern yang terisolasi.
"Proyek pembangunan seperti ini menawarkan persis apa yang dicari oleh sindikat-sindikat ini: infrastruktur modern, sejumlah besar properti kosong, dan konektivitas internasional, semuanya dibungkus di balik kedok aktivitas ekonomi yang sah untuk memastikan bahwa sifat kriminal dari apa yang terjadi di dalamnya tetap tidak terdeteksi," kata Wojcik.
Seorang penghuni sekaligus sales properti kawasan tersebut, Kevin (nama disamarkan), membenarkan bahwa para pelaku kejahatan terus beroperasi di kondominium serta apartemen berlayanan di kawasan itu.
"Kami tahu apa yang sedang mereka lakukan," kata Kevin.
Ia menambahkan bahwa sindikat penipuan memang marak di Johor dan Kuala Lumpur, tetapi Forest City menjadi lokasi yang paling diminati karena reputasinya sebagai kota hantu.
"Ketika kami berbicara dengan klien atau pelanggan, perusahaan mengajari kami untuk mengatakan 'kami sudah memiliki 23.000 penduduk yang tinggal di daerah ini'," kata Kevin.
Kevin mengungkapkan bahwa jumlah penghuni asli di lokasi tersebut sebenarnya kurang dari 5.000 jiwa. Minimnya interaksi antarwarga memberi ruang gerak bebas bagi para pelaku kejahatan.
"Mereka punya privasi sendiri. Tidak ada yang datang ke sini," ucap Kevin.
Proyek pulau buatan seluas 14 kilometer persegi ini pada awalnya dirancang sebagai zona keuangan khusus untuk menampung sekitar 700.000 penduduk. Namun saat ini, jumlah penghuni yang menempati lokasi tersebut diperkirakan kurang dari 1 persen dari target awal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow