Standard Chartered Pangkas 7.000 Karyawan Akibat Efisiensi Kecerdasan Buatan

Smallest Font
Largest Font

Standard Chartered mengumumkan rencana besar untuk memangkas lebih dari 7.000 formasi pekerjaan di seluruh jaringan globalnya hingga tahun 2030 mendatang. Langkah efisiensi radikal ini diambil seiring dengan percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan atau AI di sektor operasional internal bank.

Pengurangan massal tersebut menyasar sektor fungsi korporasi yang saat ini mempekerjakan lebih dari 52.000 orang di berbagai belahan dunia. Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa otomatisasi sistem mulai menggeser peran tenaga kerja manusia dalam industri keuangan makro.

Manajemen institusi yang memiliki hampir 82.000 karyawan global ini menegaskan bahwa restrukturisasi dilakukan demi menggenjot profitabilitas jangka panjang perusahaan. Pihak manajemen menargetkan lompatan performa finansial yang signifikan setelah eksekusi pembaruan teknologi ini selesai dilakukan.

Mengapa Bank Masih Kesulitan dengan Dampak AI | Tribun Kaltim Official

Berikut adalah rincian target finansial terbaru yang ingin dicapai manajemen setelah melakukan penyesuaian operasional berbasis kecerdasan buatan:

  • Mencapai target return on tangible equity atau ROTE di atas 15 persen pada tahun 2028.
  • Meningkatkan capaian ROTE hingga menyentuh kisaran angka 18 persen pada tahun 2030.
  • Mempercepat target penghimpunan dana baru bersih sebesar US$200 miliar ke tahun 2028 dari rencana awal tahun 2029.

Transformasi Digital Sektor Perbankan Global

Langkah Standard Chartered ini mencerminkan tren pemangkasan hubungan kerja global yang dipicu oleh implementasi kecerdasan buatan. Transformasi digital tidak lagi sekadar menjadi sistem pendukung, melainkan instrumen utama untuk mereduksi biaya operasional institusi keuangan.

Fenomena pergeseran tenaga kerja ke sistem otomatis ini tidak hanya terjadi di Inggris, melainkan juga melanda institusi keuangan besar di Asia. Korporasi keuangan raksasa asal Jepang, Mizuho Financial Group, juga mengonfirmasi rencana serupa dalam skala dekade.

Mizuho Financial Group dilaporkan bakal mengurangi hingga 5.000 posisi pekerja dalam jangka waktu satu dekade ke depan. Langkah tersebut menjadi bagian utuh dari cetak biru transformasi digital yang sedang gencar diimplementasikan perusahaan perbankan Negeri Sakura tersebut.

Perbandingan Target Pengurangan Karyawan dan Jangka Waktu Transformasi
Nama Institusi PerbankanJumlah Pemangkasan PekerjaanTarget Batas Tahun Pengurangan
Standard Chartered7.000 Posisi2030
Mizuho Financial Group5.000 Posisi10 Tahun (Satu Dekade)

Munculnya Lapangan Kerja Baru

Kendati otomatisasi memicu gelombang pengurangan tenaga kerja konvensional, disrupsi teknologi ini turut melahirkan spesifikasi profesi baru di pasar kerja. Salah satu bidang yang kini ramai diburu oleh berbagai korporasi di Indonesia adalah posisi pengajar kecerdasan buatan atau AI Trainer.

Profesi baru ini bertugas melatih sistem algoritma agar mampu memahami konteks komparasi data secara akurat layaknya manusia. Kompensasi yang ditawarkan untuk keahlian baru ini tergolong kompetitif di pasar tenaga kerja domestik saat ini.

Berdasarkan data tren industri, upah untuk posisi pemula atau fresh graduate pada bidang AI Trainer berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan. Sementara itu, untuk tingkat profesional yang berpengalaman atau level menengah, kompensasi yang ditawarkan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed