Startup Operation Bluebird Luncurkan Twitter.now dengan Fitur AI di 2026

Smallest Font
Largest Font

Startup asal Virginia, Amerika Serikat, Operation Bluebird meluncurkan platform media sosial bernama Twitter.now sebagai alternatif dari X milik Elon Musk pada Agustus 2026.

Langkah ini muncul setelah klaim bahwa X Corporation telah meninggalkan hak kekayaan intelektual atas nama dan logo Twitter sejak penggantian nama menjadi X pada 2022, membuka peluang bagi Operation Bluebird untuk mengklaim merek dagang tersebut.

Twitter.now saat ini masih dalam tahap awal dan digunakan oleh ratusan pengguna dengan akses awal berbayar sebesar 20 dolar AS.

Stephen Coates, salah satu pendiri Operation Bluebird, menyatakan bahwa keputusan Elon Musk mengganti nama Twitter membuat identitas merek ini terbengkalai sehingga dapat diambil kembali.

"Ketika X Corp. meninggalkan merek Twitter, kami melihat kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru: ruang publik yang diatur berdasarkan kepercayaan, transparansi, dan pilihan pengguna," ujar Coates.

Coates menjelaskan bahwa Twitter.now bukanlah upaya menghidupkan kembali platform lama, melainkan layanan berbeda yang memberi pengguna kendali atas kredibilitas konten di feed mereka, bukan algoritma tersembunyi.

Dalam persidangan April 2026, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly memberikan putusan sementara bahwa X kemungkinan telah melepaskan klaim atas kata "tweet" dan logo burung Twitter, serta kemungkinan nama "Twitter".

Coates menganggap putusan hakim tersebut sudah menjadi lampu hijau untuk melanjutkan peluncuran Twitter.now.

"Menurut pendapat kami, X telah meninggalkan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet," kata Coates.

Twitter.now menampilkan antarmuka mirip Twitter lawas dengan fitur seperti kolom balasan dan retweet, namun memiliki fitur baru berupa pemeriksaan fakta otomatis berbasis kecerdasan buatan bernama Vera.

Sistem AI Vera melakukan analisis real-time terhadap setiap unggahan dengan menyediakan sumber klaim, konteks, dan skor kepercayaan yang dapat disesuaikan pengguna untuk menyaring konten kurang terpercaya.

Operation Bluebird berharap Vera juga dapat digunakan untuk moderasi konten agar ruang publik digital lebih aman dan tidak berbahaya.

"Kami mengatakan kebebasan berbicara, bukan kebebasan untuk menjangkau," ujar Coates.

Pengacara merek dagang Josh Gerben menilai teori hukum Operation Bluebird memungkinkan klaim atas merek dagang Twitter, namun sengketa ini masih jauh dari selesai dan kemungkinan akan ada perlawanan dari X Corporation.

"Peluncuran Twitter.now akan meningkatkan tensi kasus dan memasuki babak baru," kata Gerben.

Operation Bluebird menegaskan bahwa mereka bukan bagian dari X Corporation dan tidak berafiliasi dengan perusahaan Elon Musk tersebut.

Sampai saat ini, X Corporation, Elon Musk, dan pengacaranya belum memberi tanggapan atas peluncuran Twitter.now.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed